Breaking News:

News video

NEWS VIDEO AHY Sarankan Moeldoko Bikin Partai Baru: Pak SBY Bangun 20 Tahun Masa Dibegal KLB Ilegal

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyarankan Moeldoko dan kader Kongres Luar Biasa (KLB) untuk membuat partai baru.

TRIBUNKALTIM.CO - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyarankan Moeldoko dan kader Kongres Luar Biasa (KLB) untuk membuat partai baru.

Menurutnya, pembuatan partai baru akan lebih elegan untuk dilakukan agar martabat Moeldoko terjaga.

AHY lantas mengungkapkan bahwa banyak jenderal yang membuat partai baru saat berpolitik.

Baca juga: NEWS VIDEO Partai Demokrat Versi KLB Ditinggalkan Ketua Advokasi dan Hukum

Dikutip dari Kompas.com, AHY memberikan contoh ada sejumlah jenderal yang membuat partai baru setelah berpolitik.

Di antaranya adalah R Hartono yang mendirikan PKPB, kemudian Edy Sudrajat dengan PKPI, Wiranto yang membangun partai Hanura, dan Prabowo Subianto yang mendirikan partai Gerindra.

AHY kemudian mencontohkan sang ayah, SBY yang mendirikan partai Demokrat.

AHY menyayangkan perjuangan SBY yang kemudian dibegal oleh Moeldoko.

Baca juga: TERKUAK Alasan Menteri Jokowi Gondok Sama Partai Demokrat Kubu AHY, Urus Parpol Seperti Anak Kecil?

"Dan, tentu saja SBY yang membangun Partai Demokrat dengan berdarah-darah, masak membangun partai selama 20 tahun akan dibegal dengan KLB ilegal," jelasnya di Umbul Sidomukti, Kabupaten Semarang, Minggu (4/4/2021).

"Beliau-beliau itu jangan dianggap enteng, merawat partai itu dengan berkeringat. Berdarah-darah dari nol untuk menjadikan partai jadi besar dan dipercaya rakyat. Yang dilakukan oleh kubu Moeldoko dengan mengadakan KLB ilegal itu kan mau enaknya aja, sehingga tidak bisa diterima akal sehat," papar AHY.

Ia mengungkapkan, SBY tak perlu turun tangan untuk menangani prahara yang terjadi di Partai Demokrat.

"Pasca-keputusan Kemenkumham 31 Maret kan sudah jelas mana yang sah. Jadi jangan lagi usik Partai Demokrat. Karena kami siap melawan, DPC dan DPD Jawa Tengah tentu siap bersatu melawan para pengganggu Partai Demokrat," kata AHY.

Baca juga: Balasan Partai Demokrat Versi KLB, Tawarkan AHY Maju Pilgub DKI Jakarta, Kubu Moeldoko Cuci Tangan?

Meski mengaku telah dikhianati, AHY mengaku telah memaafkan kader-kader Partai Demokrat tersebut.

"Kami tidak perlu demonstrasi terhadap keputusan yang diambil, tapi tugas pemimpin adalah melakukan pembinaan agar tidak salah arah," ungkapnya.(*)

Ikuti berita lainnya tentang News Video

Ikuti berita lainnya tentang Partai Demokrat

Editor: Wahyu Triono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved