Breaking News:

News Video

NEWS VIDEO Cerita WNI Korban Penyanderaan Kelompok Teroris Abu Sayyaf, Berenang Selama 8 Jam

Seorang WNI bernama Arizal Kasta Miran (30) menceritakan kisahnya saat menjadi korban penyanderaan kelompok teroris Abu Sayyaf, Senin (5/4/2021).

Editor: Wahyu Triono

TRIBUNKALTIM.CO - Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Arizal Kasta Miran (30) menceritakan kisahnya saat menjadi korban penyanderaan kelompok teroris Abu Sayyaf, Senin (5/4/2021).

Arizal mengaku hanya bisa makan 2 hingga 3 hari sekali selama menjadi tawanan.

Saat Arizal dan WNI lainnya menyelamatkan diri, mereka rela berenang dari pukul 9 pagi hingga 4 sore.

Dikutip dari tayangan Kompas TV, hal tersebut disampaikan oleh Arizal seusai serah terima korban sandera kepada keluarga di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (5/4/2021).

Baca juga: Baku Tembak Aparat Filipina dengan Kelompok Abu Sayyaf, Satu WNI Sandera Meninggal

Arizal mengungkapkan, ia bersama Arsad bin Dahlan (41), Andi Riswanto (26) dan Khairuldin Bin Yai Kii (15) diketahui diculik oleh kelompok Abu Sayyaf pada 15 Januari 2020.

Mereka diculik saat sedang melintas di perairan Tambisan, Sabah, Malaysia.

Arizal menceritakan kronologi berhasil lolos dari penyanderaan Abu Sayyaf di Filipina.

Pria 30 tahun tersebut mengaku mulanya para tawanan akan dipindah ke Pulau Tawi Tawi.

Kelompok Abu Sayyaf dan empat tawanan tersebut berangkat dari Maimbung ke Pulau Tawi Tawi menggunakan kapal sekira pukul 11 malam.

Baca juga: Jolo Filipina Selatan Diguncang 2 Ledakan, Diduga Aksi Kelompok Abu Sayyaf, 14 Orang Meninggal 

"Kami mau dipindahkan ke Tawi Tawi. Berangkat dari Maimbung jam sebelas malam. Jam sembilan pagi kapal kami tuh terbalik dihamtam sama ombak. Jadi kami ambil haluan menyelamatkan diri masing-masing," ujar Arizal.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved