Breaking News:

Berita Nasional Terkini

TERKUAK Kelompok yang Tuding Penyerangan di Mabes Polri & Bom Bunuh Diri di Makassar Hanya Rekayasa

Kepolisian angkat bicara mengenai teror bom yang terjadi di Gereja Katedral Makassar dan penyerangan di Mabes Polri, yang dituding hanyalah rekayasa,

Editor: Christoper Desmawangga
Kolase/Tangkap layar YouTube Kompas TV
TERKUAK Kelompok yang Tuding Penyerangan di Mabes Polri & Bom Bunuh Diri di Makassar Hanya Rekayasa 

TRIBUNKALTIM.CO - Kepolisian angkat bicara mengenai teror bom yang terjadi di Gereja Katedral Makassar dan penyerangan di Mabes Polri, yang dituding hanyalah rekayasa belaka.

Tak tinggal diam mengenai tudingan tersebut, Polri pun membeber kelompok-kelompok yang menyebarkan informasi mengenai serangkatan teror tersebut merupakan rekayasa.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, melalui Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono menyampaikan ada sekelompok orang yang menganggap insiden kasus bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar dan penyerangan terduga teroris di Mabes Polri adalah rekayasa.

Awalnya, Rusdi menjelaskan bahwa upaya Polri dalam penanggulangan teroris tidaklah mudah.

Pasalnya, banyak opini sesat yang berkembang terkait berbagai isu mengenai terorisme tersebut.

"Ada beberapa hal yang tentunya perlu kita cermati dalam penanggulangan terorisme ini. Yang pertama adalah gerakan radikal yang ada sebagian masih tidak percaya. Atau sebagian sengaja tidak percaya. Ini masih terjadi di masyarakat," kata Rusdi dalam diskusi daring, Minggu (4/4/2021), dilansir dari Tribunnews.com.

Baca juga: NEWS VIDEO Tanggapan Kuasa Hukum Habib Rizeq soal Terduga Teroris Ingin Serang SPBU

Baca juga: NEWS VIDEO Pengakuan Terbaru 4 Teroris yang Dibekuk Densus 88

Ia kemudian mencontohkan sekelompok orang yang tak percaya dan menuding insiden bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar dan penyerangan terduga teroris di Mabes Polri adalah rekayasa.

"Bahkan ada yang berpendapat bahwa kasus Makassar terus kemudian juga penembakan di Mabes Polri itu rekayasa kata mereka," ujar dia.

Ia menuturkan opini ketidakpercayaan ini membuat masyarakat menjadi bingung dalam menilai informasi.

Hal ini yang juga tengah dihadapi oleh Polri dalam penindakan terorisme.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved