Breaking News:

Berita Nasional Terkini

TERKUAK Kelompok yang Tuding Penyerangan di Mabes Polri & Bom Bunuh Diri di Makassar Hanya Rekayasa

Kepolisian angkat bicara mengenai teror bom yang terjadi di Gereja Katedral Makassar dan penyerangan di Mabes Polri, yang dituding hanyalah rekayasa,

Editor: Christoper Desmawangga
Kolase/Tangkap layar YouTube Kompas TV
TERKUAK Kelompok yang Tuding Penyerangan di Mabes Polri & Bom Bunuh Diri di Makassar Hanya Rekayasa 

"Masih ada kelompok-kelompok seperti itu yang tidak percaya dan sengaja memang membuat masyarakat jadi bingung. Ini realitas yang perlu kita hadapi bersama," tukas dia.

Polri Ungkap Paham Radikalisme Mulai Banyak Disebar di Media Sosial

Baca juga: Tanggapan Kuasa Hukum Habib Rizeq soal Terduga Teroris Ngaku Ingin Serang SPBU Demi Tuntut HRS Bebas

Baca juga: Lengkap, Pengakuan Terbaru 4 Teroris yang Dibekuk Densus 88, Rencanakan Teror Demi Habib Rizieq

Brigjen Rusdi Hartono juga menyampaikan penularan paham radikalisme mulai banyak disebar melalui platform di media sosial.

"Jadi sebenarnya yang perlu kita cermati bersama bahwa sekarang penularan daripada paham-paham itu. Itu banyak menggunakan internet ataupun media sosial yang sekarang banyak digunakan oleh masyarakat," kata Brigjen Rusdi dalam diskusi daring, Minggu (4/4/2021).

Ia pun menjelaskan bahwa pengguna internet Indonesia telah mencapai 73.3 persen dari populasi.

Jumlah itu setara dengan 202 juta lebih pengguna internet warga Indonesia yang telah bisa mengakses internet.

"Begitu banyaknya ini tentunya membutuhkan masyarakat yang harus bisa memilih dan memilah konten-konten mana itu yang benar, konten-konten mana yang menyesatkan," ungkap dia.

Atas dasar itu, Rusdi menyampaikan peran masyarakat untuk memilih sebuah informasi menjadi penting.

Hal itu agar masyarakat tidak mudahkan disesatkan informasi ataupun ajaran yang tidak benar.=====

"Jika tentunya masyarakat hanya pintar memilih dia tidak akan tersesat. Tapi lain halnya jika masyarakat tidak mampu memilah sehingga dia pun akan disesatkan dengan konten konten yg dia baca, dia dengar, dan dia lihat di media sosial," jelas dia.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved