Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Upaya Bea Cukai Balikpapan Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional, Buka Jalur Perdagangan Baru

Bea Cukai Balikpapan telah melakukan berbagai upaya dalam berperan aktif mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),

Penulis: Heriani AM | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/HERIANI AMIR
Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Balikpapan, Wijaya Arif Nurrochman. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Bea Cukai Balikpapan telah melakukan berbagai upaya dalam berperan aktif mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Contohnya, dengan berupaya dalam penambahan jalur perdagangan baru.

Tak hanya Bea Cukai, semua instansi terkait lain turut berpartisipasi.

"PEN Bea Cukai Balikpapan berfokus pada industri perikanan. Beberapa waktu lalu, dilakukan ekspor kepiting pertama dari Balikpapan menuju Shanghai Cina," ujar Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Balikpapan, Wijaya Arif Nurrochman, Rabu (7/4/2021).

Baca juga: Bea Cukai Balikpapan Bakar Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal, Minuman Soda hingga Mainan Orang Dewasa

Baca juga: Bea Cukai Balikpapan Musnahkan Obat Kuat Hingga Miras, Nilai Barang Ditaksir Hingga Rp 2,6 Miliar

Sebelumnya, juga telah dibuka direct flight langsung dari Balikpapan ke Singapura. Yang mana sebelumnya belum ada. Jika akan mengekspor produk perikanan dari Balikpapan ke Singapura, harus melalui Jakarta atau Surabaya. Otomatis biaya pengangkutannya double.

"PEN yang dilakukan Bea Cukai bersama instansi lain, berhasil membuat satu direct flight ke Singapura. Seminggu dua kali atau lebih. Dimana dulu belum ada, baru ada di akhir tahun 2020 lalu," tambahnya.

Komoditi ikan-ikan yang diekspor ini tercatat bukan produk Balikpapan. Tercatat dimana produk itu diangkut.
Kedua, ekspor kepiting ke Shanghai, Cina. Yang baru diluncurkan pada Maret 2021 lalu.

"Yang belum dapat kira lakukan, kita belum bisa melakukan ekspor sendiri ke Shanghai menggunakan pesawat dari Balikpapan. Harus transit ke Jakarta. Kenapa? Karena masih menggunakan pesawat penumpang. Yang mana rebutan dengan produk yang ada di sana," urainya.

Ekspor ke Shanghai, mulanya hanya dibatasi volume maksimal 2 ton, dengan durasi seminggu sekali.

Lalu dilakukan negosiasi, sehingga bisa berkali-kali lipat dari jumlah awal dan setiap hari. Balikpapan bisa melakukan ekspor kepiting bakau 6-7 ton per hari.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved