Breaking News:

Berita Kutim Terkini

Main Judi Dadu, 3 Warga Kutai Timur Diringkus Polisi

Aparat kepolisian Polres Kutai Timur (Kutim) sedang gencar melakukan operasi pekat (penyakit masyarakat) selama bulan April.

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFAUL MIRFAQO
Barang bukti perjudian dadu yang diamankan Polres Kutim di Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutim, Provinsi Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Aparat kepolisian Polres Kutai Timur (Kutim) sedang gencar melakukan operasi pekat (penyakit masyarakat) selama bulan April 2021 ini.

"Tim opsnal Sat Reskrim Polres Kutim melaksanakan kegiatan penyelidikan terhadap maraknya kegiatan perjudian yang terjadi di wilayah hukum Polres Kutim," ujar Kapolres Kutim AKBP Welly Djatmoko dalam press rilisnya, Jumat (16/4/2021).

Dalam melakukan operasi tersebut, tim macan Polres Kutim berhasil meringkus tiga warga yang didapati sedang melakukan perjudian dadu.

Baca juga: Melisa Pulang dari Indonesian Idol, Prediksi Maia & Judika Soal Calon Juara Hampir Dekati Kenyataan

Baca juga: Penasaran Isi Souvenir Mewah di Lamaran Atta Halilintar dan Aurel, Maia dan Judika Bongkar Dalamnya

Pembekukan terjadi di seberang Rumah Sakit Meloy jalan Yos Sudarso II, kecamatan Sangatta Utara Kabupaten Kutai Timur pada hari Kamis (15/4/2021) lalu.

Ketiga pelaku berinisial MA yang berperan sebagai bandar dadu, AS sebagai juru bayar atau kasir, dan GH yang berperan sebagai pemain.

"Sekitar pukul 01.45 Wita tim opsnal Sat Reskrim Polres Kutim mendapati adanya kegiatan perjudian sehingga dilakukan penggerebekan dan saat itu juga diamankan ketiga pelaku MA, AS, dan GH," terang Welly.

Ditemukan sejumlah alat bukti yakni uang sebesar Rp 18.780.000, empat buah ponsel pelaku, sebuah karpet lapak dadu, dua buah mangkok dadu, dua buah piring dadu, dan total 21 buah dadu yang ada di tempat kejadian.

Baca juga: Satreskrim Polres Tarakan Ungkap Kasus Praktik Judi Togel, Empat Tersangka Diamankan

Setelah melakukan pemeriksaan, didapati motif pelaku adalah ingin memperoleh uang atau keuntungan dengan cara cepat yang bergantung pada keberuntungan.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiga pelaku disangkakan dengan pasal 303 KUHP.

Pelaku terancam mendapat hukuman penjara maksimal 10 tahun, serta denda paling banyak Rp 25 juta.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved