Breaking News:

Akreditasi jadi Standar Mutu, Universitas Balikpapan Gelar Webinar Bersama Direktur Eksekutif BAN-PT

Saat ini paling tidak ada tiga isu kunci yang mempengaruhi dan menjadi tantangan besar Universitas di Indonesia.

HO
Universitas Balikpapan (Uniba) kembali menggelar Webinar Nasional yang bertajuk Akreditasi Badan Akreditasi Perguruan Tinggi (BAN-PT) Terbaru, Instrumen Suplemen Konversi (ISK) dan Lemaga Akreditasi Mandiri (LAM). 

BALIKPAPAN, TRIBUNKALTIM.COUniversitas Balikpapan (Uniba) kembali menggelar Webinar Nasional yang bertajuk Akreditasi Badan Akreditasi Perguruan Tinggi (BAN-PT) Terbaru, Instrumen Suplemen Konversi (ISK) dan Lemaga Akreditasi Mandiri (LAM) yang diikuti oleh Ketua Pembina Dr. Rendy Susiswo Ismail Ketua Pembina YAPENTI-DK, Nelly Away, SH, Wakil Rektor Uniba, Dekan, Wakil Dekan, Kaprodi, Dosen pilihan.

Hadir pula sebagai pembicara Prof. T. Basaruddin Ph.D (Direktur Eksekutif BAN-PT), serta Rektor Uniba, Dr Isradi Zainal sebagai Pembahas sekaligus Resume dan Closing speech.

Sekitar 460 peserta mahasiswa serta dosen perwakilan dari seluruh Indonesia, Kamis (15/4/2021).

“Selama ini banyak teman-teman itu masih ketakutan untuk akreditasi di BAN-PT, apalagi kalau sudah melihat linimasa aktivitasnya tinggal enam. Tapi saya yakin dan percaya kalau semua dokumen lengkap tidak ada kesulitan, tetapi tidak semua SDM kita termasuk di PTS-PTS itu paham termasuk yang kita rasakan di Uniba ini,” kata Rendi Ismail.

Sementara itu, Basaruddin mengatakan, saat ini paling tidak ada tiga isu kunci yang mempengaruhi dan menjadi tantangan besar Universitas di Indonesia.

“Yang pertama kita sudah dihadapkan dengan Revolusi Industri, di mana perubahan secara drastis, dan ini tentu saja membuat perguruan tinggi untuk berfikir keras untuk melakukan penyesuaian yang substansi kita harus merubah secara besar-besaran,” katanya

Sebab, lanjut Basaruddin, ada perubahan pengetahuan baru di luar sana karena ada banyak sektor pekerjaan yang tadinya ada menjadi tidak ada, dan sebaliknya.

Oleh sebab itu kita harus mempersiapkan mahasiswa agar mampu dan siap untuk mengikuti perubahannya, dan siap untuk mengantisipasi adanya lapangan pekerjaan yang baru.

“Kedua, sejak awal tahun 2020 kita dihadapkan dengan pandemic yang sangat besar pengaruhnya, khususnya kepada sektor Pendidikan tinggi. Karena adanya pandemic ini terjadinya perubahan pola hidup, yang mengakibatkan mobalitas pembelajaran dan Tri Dharma di Perguruan Tinggi kita ubah. Perguruan Tinggi dipaksa harus siap atau tidak,” katanya.

“Saya pikir menjadi isi utama adalah Digitalisasi dari Perubahan Tri Dharma. Jadi proses pembelajaran harus difasilitasi dengan rote model pembelajaran yang lain,” ungkapnya.

Sementara itu Rektor Uniba Dr. Isradi Zainal berharap agar ada sinkronisasi antara BAN PT dan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM).

Isradi yang saat ini menjadi MA LAMTEK dan koordinagor SKP2 LAMTEK sedang menyiapkan mekanisme dan Prosedur Akreditasi serta kode etik akreditasi. (dha)

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved