Breaking News:

Liga Italia

Update Liga Italia, Bos Sassuolo Marah Besar, Juventus, AC Milan, Inter Disemprot, ESL Jadi Alasan

Update Liga Italia, bos Sassuolo marah besar, Juventus, AC Milan, Inter Milan disemprot, ESL jadi alasan

Kolase TribunKaltim.co
TERBARU Jadwal Liga Italia Pekan 29, Inter dan AC Milan Lawan Tim Papan Tengah, Juventus Diuntungkan 

Pelopor dari konsep ini adalah klub-klub besar yang ada di lima liga top Eropa dan dipimpin oleh Presiden Real Madrid, Florentino Perez.

Meski mendapatkan banyak protes dan kritik, nyatanya para pendukung European Super League tetap mengajukan proposal mereka kepada UEFA.

Bahkan, beberapa klub besar di Eropa sudah dibujuk dan diminta untuk menandatangani proposal itu.

Menurut laporan jurnalis The Sunday Times, Martyn Ziegler, anggota The Big Six Liga Inggris ikut menandatangani proposal tersebut.

Mereka adalah Manchester United, Arsenal, Chelsea, Liverpool, Tottenham Hotspur, dan Manchester City.

Selain itu, ada juga Inter Milan, AC Milan, dan Juventus yang mewakili Liga Italia.

Sementara itu, Real Madrid, Barcelona, dan Atletico Madrid menjadikan diri mereka sebagai wakil dari Liga Spanyol.

Tak ada nama-nama dari Bundesliga dan Liga Prancis, seperti Paris Saint-Germain dan Bayern Muenchen dalam proposal tersebut.

Rupanya, rencana mengenai European Super League ditentang keras oleh Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA).

UEFA sampai merilis pernyataan kalau mereka menolak dengan keras proposal yang sudah diajukan.

Selain itu, UEFA menyebut kalau pengadaan European Super League tidak didasarkan oleh kepentingan bersama, tetapi hanya kepentingan sebagian golongan.

"UEFA, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dan Premier League, Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) dan LaLiga, serta Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dan Lega Serie A telah mengetahui bahwa beberapa klub Inggris, Spanyol dan Italia mungkin berencana untuk mengumumkan ciptaan mereka yang tertutup, yang disebut Super League," bunyi pernyataan resmi UEFA yang dilansir BolaSport.com.

"Jika ini terjadi, maka kami ingin menegaskan kembali bahwa kami - UEFA, FA Inggris, RFEF, FIGC, Premier League, La Liga, Lega Serie A, tetapi juga FIFA dan semua asosiasi anggota kami - akan tetap bersatu dalam upaya kami untuk menolak."

"Proyek sinis ini, sebuah proyek yang didirikan atas dasar kepentingan pribadi beberapa klub pada saat masyarakat membutuhkan solidaritas lebih dari sebelumnya."

"Kami akan mempertimbangkan semua tindakan yang tersedia bagi kami, di semua tingkatan, baik peradilan dan olahraga untuk mencegah hal ini terjadi. Sepak bola didasarkan pada kompetisi terbuka dan prestasi olahraga, tidak bisa dengan cara lain," lanjut bunyi pernyataan UEFA.

UEFA juga menegaskan kalau mereka akan memberikan sanksi berat kepada seluruh klub yang terlibat jika rencana European Super League terus dilanjutkan.

Tak tanggung-tanggung, UEFA akan melarang klub-klub yang terlibat untuk bermain di kancah Eropa maupun dunia.

Bahkan, para pemain dari klub tersebut tidak akan diperkenankan untuk membela tim nasional mereka masing-masing.

"Seperti yang diumumkan sebelumnya oleh FIFA dan enam Federasi, klub-klub terkait akan dilarang bermain di kompetisi lain di tingkat domestik, Eropa atau dunia, dan para pemain mereka dapat ditolak kesempatannya untuk mewakili tim nasional mereka," bunyi pernyataan UEFA.

"Kami berterima kasih kepada klub-klub di negara lain, terutama klub Prancis dan Jerman, yang telah menolak untuk mendaftar."

"Kami menyerukan kepada semua pencinta sepak bola, pendukung dan politisi, untuk bergabung dengan kami dalam memerangi proyek semacam itu jika akan diumumkan."

"Kepentingan pribadi beberapa orang ini telah berlangsung terlalu lama. Sudah cukup," lanjut pernyataan UEFA.

Jika sanksi UEFA tersebut benar-benar berlaku, maka bukan tidak mungkin para megabintang sepak bola Eropa tidak akan bermain di kompetisi seperti Liga Champions dan Liga Europa.

Nama-nama seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo mungkin juga tidak akan muncul lagi.

Malahan, Messi dan Ronaldo bisa saja pensiun dini atau pindah ke liga lain yang lebih terkendali.

Baca juga: Hasil dan Klasemen Liga Italia, AC Milan Menang Berkat Gol Bunuh Diri, Putus Rekor Buruk di San Siro

Setidaknya ada tiga hukuman yang akan telah disiapkan oleh UEFA, yakni:

1. Denda dan dikeluarkan dari Asosiasi Sepak Bola negara asal sehingga tidak bisa mengikuti kompetisi domestik.

2. Larangan mengikuti kompetisi di bawah naungan UEFA dan FIFA.

3. Pemain dilarang membela tim nasional negara masing-masing.

(*)

Berita Seputar Liga Italia
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved