Wawancara Eksklusif
WAWANCARA EKSKLUSIF Kapolda Kaltim Irjen Pol Herry Rudolf Nahak, Support Psikis yang Terpapar Covid
Kapolda dan jajarannya tidak hanya menjadi penegak disiplin masyarakat menjaga protokol kesehatan, tapi juga mengawal vaksin.
Penulis: Mohammad Zein Rahmatullah | Editor: Adhinata Kusuma
FOKUS Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Sejak Covid-19 menjangkiti penduduk Indonesia setahun lalu, bobot pekerjaan kepolisian pun bertambah. Wajib ikut menekan angka penyebaran virus corona di Indonesia. Polri bersinergi dengan TNI dan institusi lainnya.
Di Kalimantan Timur, Kapolda Irjen Pol Herry Rudolf Nahak dan jajarannya tidak hanya menjadi penegak disiplin masyarakat dalam menjaga protokol kesehatan, kemudian mengawal vaksin. Namun lebih dari itu, berupaya menjaga ketahanan pangan.
Berikut petikan wawancara eksklusif Kapolda Kaltim dengan Tribun Kaltim pada Maret 2021.
Kembali ke Covid, Pak. Bagaimana pengawalannya sehingga ke tingkat daerah yang mungkin terpelosok?
Sampai saat ini, pengawalan dilakukan sejak dari Bandung ya, Biofarma Bandung. Kemudian terbang itu sudah dikawal oleh personel Brimob dari Mabes Polri, terus diestafet di sini. Jadi ketika turun di sini, di Balikpapan, kemudian di bawa ke Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim. Itu prosedurnya.
Nah ini kan otoritasnya Dinas Kesehatan Provinsi. Dari situ kemudian didistribusi ke kabupaten-kota. Saya melihat saat ini belum sampai pelosok ya. Tapi perintahnya kan jelas, ini kalau sampai manapun. Ini barang yang berharga, bermanfaat buat kesehatan masyarakat jadi harus dikawal.
Jadi kami sampai saat ini komit mengawal bahkan menjaga, melakukan pengamanan di tempat-tempat penyimpanan vaksin. Jadi itu akan dilakukan sampai selesai nanti.
Pak Kapolda sendiri sudah vaksin?
Saya sudah dua kali. Sudah. Anti covid.
Kabarnya, sudah dua kali vaksin, tidak perlu lagi pakai antigen?
Kita tetap ya. Kita tetap ngecek rutin ya. Polda sini juga kita rutin karena aktivitasnya cukup tinggi. Pejabat-pejabat kita ini juga sering, bahkan ada beberapa yang juga terkena covid karena keaktifannya. Jadi kita tetap harus testinglah untuk cek.
Anggota Polda yang terpapar sudah berapa banyak?
Yang terpapar covid itu sudah lebih dari 700. Polda Kaltim keseluruhannya. Dari 700 itu, 600 lebih sembuh. Saat ini masih ada 66 yang terkonfirmasi positif. Kemudian sebagian di rumah sakit, sebagian isolasi mandiri di rumah.
Biasanya kalau sudah terpapar itu, arahan dari Bapak?
Tetap saya bilang bahwa sejauh ini, kita masih mendapat informasi bahwa yang sakit terulang lagi. Kepada mereka yang sedang sakit, memang kami selalu kontak, selalu kami beritahu untuk jaga psikisnya supaya semangat tetap tinggi. Sejauh ini sih sudah 16 yang meninggal dari Polda Kaltim.
Kalau yang mutasi dari virus covid ini, gimana di Kaltim, Pak?
Saya belum dengar pasti. Itu kan katanya belum sampai sini. Mudah-mudahan nggak usah ke sinilah dia. Karena itu, informasinya itu nggak ada gejala apa-apa. Nggak kelihatan gejala apa-apa. Tapi saya kira-kira mudah-mudahan enggaklah.
Tapi mungkin ada arahan khusus dari Pak Kapolri?
Pak Kapolri selalu. Penekanannya adalah kita ada penjuru dalam penegakan disiplin masyarakat menjaga protokol kesehatan. Karena sebetulnya, beliau itu kan, jaga protokol kesehatan. Jaga jarak, semuanya kita kerjakan dengan protokol kesehatan, mudah-mudahan ya.
Yang perlu masuk rumah sakit, harus ke rumah sakit. Yang perlu urus itu, di situ bahkan RT itu kita upayakan untuk memilih tempat karantina sendiri untuk diri sendiri. Tapi tetap mendapatkan perhatian dari luar daerah dia disini sendiri supaya tidak gabung sama keluarganya
Camp isolasi mandiri buat warga itu?
Itu di RT-RT. Itu sedang kita upayakan karena tidak semua fasilitas ada di RT. Di semua tempat ya terutama yang zona merahnya banyak Samarinda, di Balikpapan yang zona merah dikit, RT yang merah. Ada tapi nggak banyak.
Lebih banyak yang kuning. Jadi artinya dia lebih tersebar merata. Kalau di Kutim yang merahnya banyak tapi kelihatannya dia terkumpul di satu kelurahan. Misalnya ya, itu dilakukan analisis oleh kapolres, dandim, bupati bersama-sama kemudian di treatment ini. Itu yang sekarang dilakukan.
Nah ini kan yang menjadi model bagus juga buat daerah lain kalau misalnya sampai RT, mungkin satu petugas bisa mengawal berapa rumah, pak?
Kita kan ada Bhabinkamtibmas, TNI ada Babinsa, ada kepala desa jadi satu ini memang mobile ke satu desa ya. Kalau misalnya parah, diarahkan sebaiknya ke rumah sakit. Ke Dinas Kesehatan kalau misalnya tanpa gejala, isolasi mandirinya harus benar jangan gabung dulu sama yang lain.
Yang lain juga jangan ganggu, tapi tetap kami beri support psikis dan mentalnya harus diangkat terus. Mungkin ada fasilitas rumah yang tersedia di situ yang bisa digunakan untuk isolasi mandiri. Ini kan di RT. Bayangkan di RT ada satu tempat yang bisa katakanlah diberikan secara cuma-cuma oleh pemiliknya atau kita bisa dinegosiasikan dengan pemilik rumah, tolong bisa pakai untuk isolasi mandiri maksudnya supaya dia tidak gabung dengan keluarga.
Karena isolasi mandiri di rumah sendiri mungkin kecil. Kalau diisolasi sementara di tempat isolasi mandiri ini mudah-mudahan bisa sembuh dulu baru boleh. Seminggu dulu baru sembuh.
Sempat membahas ketahanan pangan. Di Kaltim sendiri bagaimana dengan ketahanan pangan?
Sementara memang tidak ada masalah ya di Kaltim, cuma memang ada kampung-kampung yang mereka bercocok tanam melakukan peternakan lebih dari yang biasa. Terutama pada saat-saat awal pandemi, ada pembatasan kegiatan dimana pasar tutup toko tutup, di saat-saat itukan kebutuhan makanan tetap harus ada.
Kampung-kampung ini menyiapkan apa namanya kebun-kebun gitu menanam kangkung, menanam singkong. Kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan untuk sehari-hari ketika itu. Dan itu bagus sekali. Saya lihat beberapa kampung itu sehat-sehat sejahtera saja, tidak ada masalah dengan pembatasan. Karena mereka tercukupi.
Kalau untuk anggota kepolisian sendiri, ada arahan?
Anggota iya. Beberapa polres lakukan itu di lingkungan asrama. Makanya kita sebut dengan asrama tangguh. Itu di asrama juga melakukan itu. Misalnya kolam.
Kalau di Balikpapan mereka bikin kolam ikan nila, ikan lele. Kolamnya tidak besar-besar tapi ada dan cukup banyak ikan tersedia di situ. Ini bisa dibagikan kepada warga asrama Polri itu.
Bibitnya dari Polda atau mandiri?
Biasanya itu mereka berkoordinasi dengan dinas peternakan atau perikanan. Kita tahunya sudah banyak hasilnya.
Saya pernah sekali datang ke mapolres, di belakang Mapolresta Balikpapan itu ada kolam ikan. Itu banyak ikannya bahkan ibu-ibu disuruh mancing sendiri. Sudah gede ikannya. Lele juga gitu lumayan membantulah selama pembatasan-pembatasan itu.
Bulan lalu Bapak sempet ketemu Gubernur Kaltim, itu membahas soal apa?
Kami membahas beberapa hal. Pertama tentu covid, menyatukan langkah, terus masalah PPKM yang tadi saya jelaskan.
Masalah pembakaran hutan, kemudian masalah atau konflik lain. Kami sharing ini ya, sekiranya dihadapi tentu saja dalam penanganannya membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah maupun provinsi untuk membantu menyelesaikan. Dibicarakan banyak hal terkait pemprov.
Apakah juga dilaporkan soal kondisi, misalkan gara-gara covid angka kriminalnya makin tinggi atau menurun?
Saya punya data, di Kaltim justru angkanya makin menurun. Tahun 2020 dibanding 2019 itu turun 17 persen angka kriminalitas, baik itu kejahatan konvensional, kejahatan transnasional kejahatan terhadap kekayaan negara, implikasi kontigensi.
Karena kegiatan masyarakat mulai dibatasi ya. Dan itu fenomena itu tidak cuma di sini. Di daerah lain juga, karena kegiatan masyarakat dibatasi, orang lebih banyak berada di rumah. Kegiatannya juga nggak banyak. Yang yang juga bekerja dari rumah, work from home.
Jadi mungkin kesempatan orang melakukan kejahatan berkurang jauh. Turun 17% saya kira bagus ya kalau turunnya. Saya pikir Kaltim memang daerahnya tidak tinggi angka kriminalitasnya. Jadi bukan karena covid, tapi karena kesadaran masyarakat meningkat. Sudah bagus kesadarannya sehingga tidak lagi melakukan kejahatan. Narkoba masih lumayan angkanya.
Daerah mana masih tinggi?
Kota ya. Balikpapan dan Samarinda, ada beberapa daerah seperti Penajam Paser Utara (PPU), penangkapan kemarin itu ada di Kutai Kartanegara, juga Bontang. Merata ya. Banyak pemakainya.
Jadi covid, mereka malah masih pakai narkoba ?
Karena terbukti penangkapan masih banyak. (M Zein Rahmatullah/Bagian 2)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kapolda-kaltim-irjen-pol-herry-rudolf-nahak-bersama-pemimpin-redaksi-tribun-kaltim.jpg)