Berita Paser Terkini
Peringati Hari Kartini 2021, Pemkab Paser Hadirkan 100 Tokoh Perempuan Inspiratif
Pemerintah Kabupaten Paser melakukan upacara peringatan hari kartini ke-143 tahun, yang diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk.
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.COM, TANA PASER - Pemerintah Kabupaten Paser melakukan upacara peringatan hari kartini ke-143 tahun, yang diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A).
Upacara tersebut berlangsung di Pendopo Bupati Paser, yang dihadiri 100 perempuan yang dinobatkan sebagai tokoh wanita inspiratif sekaligus diberikan penghargaan untuk mereka di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur pada Rabu (21/4/2021).
Plt Kepala Dinas Komunikasi Informasi, Statistik dan Persandian (DKISP) Kabupaten Paser Boy Susanto mengatakan, perempuan memiliki hak yang sama terhadap lingkungan sosial, politik, ekonomi dan hukum, seperti halnya laki-laki.
Baca Juga: Peringati Hari Kartini, Puskesmas Sedadap di Nunukan Berikan Layanan KB dan IVA Gratis
Baca Juga: Peringati Hari Kartini 2021, DPPKB Beri Pelayanan KB Gratis di Faskes Seluruh Kutai Timur
Boy mengutip salah satu karya dari buku RA Kartini, dimana sosok yang menjadi pelopor Emansipasi Wanita.
"Jangan biarkan kegelapan kembali datang, jangan biarkan kaum wanita kembali diperlakukan semena-mena," katanya.
Menurutnya, kutipan tersebut sarat akan makna, yang dapat dimaknai berbeda bagi masing-masing orang, utamanya kaum perempuan.
Namun yang pasti lanjut Boy, RA Kartini menginspirasi wanita Indonesia untuk membuka wawasan, pengetahuan dan pemikirannya untuk emansipasi.
"Emansipasi dimaknai dengan equality atau persamaan hak terhadap sosial, ekonomi, hukum dan politik, atau emansipasi adalah pembebasan dari perbudakan; persamaan hak dalam berbagai kehidupan masyarakat," ujarnya.
Baca Juga: Hari Kartini, Bupati Nunukan Asmin Laura Sebut Kancah Perpolitikan Terbuka Luas Bagi Perempuan
Lebih lanjut Ia menegaskan, jika emansipasi ini telah terwujud di negara maupun juga di daerah utamanya di Kabupaten Paser.
Saat ini, di daerah penghubung antar Provinsi memiliki Wakil Bupati perempuan pertama di Kabupaten Paser yaitu Hj. Syarifah Masitah Assegaf.
"Tentu harapan kita, Ibu Wakil Bupati Paser dapat mewakili dan mengakomodir aspirasi dan menginspirasi perempuan di Kabupaten Paser, sepak terjangnya di bidang politik sudah terbukti diawali sebagai anggota DRPD Provinsi Kalimantan Timur dua periode," tandas Boy.
Pemerintah Kabupaten Paser mengucapkan Selamat Hari Kartini ke 143 Tahun 2021 untul para kaum Perempuan.
Boy tak lupa mengucapkan terimakasihnya kepada ibu-ibu, beserta perempuan di Kabupaten Paser, yang telah menyumbangkan pikiran, tenaga dan materinya dalam membangun Daerah.
"Dengan adanya perempuan-perempuan tangguh di Kabupaten Paser, tentunya dapat membantu dan mewujudkan Kabupaten Paser Maju, Adil, dan Sejahtera. Semoga sinergi ini terus menjadi energi positif dalam membangun daerah," ucapnya.
Ia mengajak kaum perempuan yang ada di Kabupaten Paser untuk terus membantu dan memajukan daerah Kabupaten Paser.
Seperti halnya yang disampaikan oleh R.A. Kartini, yaitu Habis Gelap Terbitlah Terang.
"Mari kita menuju Kabupaten Paser yang Olo Manin Aso Buen Siolondo, Hari Esok Lebih Baik Dari Hari ini," pungkasnya.
Pejuang Emansipasi Perempuan
Raden Ajeng Kartini atau RA Kartini merupakan satu di antara pahlawan wanita yang paling berpengaruh di Indonesia.
Sosoknya yang memperjuangkan emansipasi wanita di Tanah Air masih menjadi panutan dan inspirasi masyarakat, terutama perempuan.
Pemikiran-pemikiran RA Kartini tentang emansipasi wanita tertulis dalam buku "Habis Gelap Terbitlah Terang".
Inilah biografi hingga 10 kutipan RA Kartini mengenai peran penting dan perjuangan perempuan dari Buku "Habis Gelap Terbitlah Terang."
Biografi RA Kartini
Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara, 21 April 1879.
Karena perannya yang luar biasa, maka hari kelahirannya diperingati setiap satu tahun sekali oleh bangsa Indonesia, sebagai Hari Kartini.
Baca juga: NEWS VIDEO Satpam RS Siloam Dipecat, Buntut Keributan Perawat dan Keluarga Pasien
Presiden Republik Indonesia, Ir Soekarno menetapkan RA Kartini sebagai Pahlawan kemerdekaan Nasional melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 108 Tahun 1964 tanggal 2 Mei tahun 1964.
Raden Ajeng Kartini merupakan anak dari keturunan bangsawan Jawa Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan MA Ngasirah.
Dikutip dari grid.id, diketahui bahwa di masa penjajahan Belanda, tidak semua anak bisa mendapatkan pendidikan yang layak.
Raden Ajeng Kartini merupakan anak dari keturunan bangsawan Jawa Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan MA Ngasirah.
Dikutip dari grid.id, diketahui bahwa di masa penjajahan Belanda, tidak semua anak bisa mendapatkan pendidikan yang layak.
Budaya patriarki masih melekat di tanah Jawa. Oleh karena itu, kaum wanita memiliki kewajiban untuk mengurus rumah dan tidak boleh memiliki pendidikan yang lebih tinggi dari kaum pria.
Namun RA Kartini memiliki kesempatan yang berbeda. Ia memulai pendidikannya di sekolah elit, Europeesche Lagere School (ELS), karena ayahnya terkenal sebagai seorang penjabat sekaligus bangsawan.
Europeesche Lagere School (ELS) tidak dibuka untuk umum, melainkan hanya untuk anak-anak dari keturunan bangsawan Indonesia, Eropa dan Negara Timur.
Namun setelah usia 12 tahun, ia harus berhenti bersekolah karena harus mengikuti budaya yang berjalan.
Dikutip dari bobo.grid.id, Kartini memiliki semangat yang tinggi dalam hal mencari ilmu.
Maka dari itu selama di rumah ia tetap rajin mencari ilmu, dengan bertukar pikiran dengan teman-temannya melalui surat.
Penulis Syaifullah Ibrahim | Editor: Budi Susilo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/dihadiri-100-tokoh-wanita-inspiratif-paser.jpg)