Breaking News:

Berita Kutim Terkini

Obat Batuk Sachet Diminum untuk Mabuk di Kalangan Remaja, Ini Penjelasan Kadinkes Kutim

Obat batuk berbentuk sirup saset digandrungi remaja sebagai pengganti munuman keras yang bersifat memabukkan.

TRIBUNKALTIM.CO/SYIFAUL MIRFAQO
Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur dr. Bahrani Hasanal ajak masyarakat awasi penjualan obat batuk sachet yang berpotensi disalahgunakan kalangan remaja.TRIBUNKALTIM.CO/SYIFAUL MIRFAQO 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Obat batuk berbentuk sirup saset digandrungi remaja sebagai pengganti minuman keras yang bersifat memabukkan.

Tak kurang dari ratusan bungkus obat batuk bekas berserakan di tempat-tempat umum, yang digunakan anak-anak remaja berkumpul di Kota Sangatta.

Meskipun dipercayai mampu memberikan sensasi mabuk, Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur dr. Bahrani Hasanal mengatakan efek yang diberikan tidak seharusnya bersifat halusinasi.

Baca Juga: Simpan Puluhan Paket Sabu dalam Lilitan Lakban, Pengedar di Kutim Berhasil Ditangkap Polisi

Baca Juga: Seorang Lansia Meninggal Akibat Covid-19 di Kutim, Kadinkes Akui Pasien 60 Tahun ke Atas Rentan

"Jadi, dulu memang menggunakan dextromethorphane dan itu hanya menciptakan rasa kantuk," ujarnya saat dikonfirmasi via telepon, Senin sore (26/4/2021).

Dextromethorphan adalah obat untuk meredakan batuk kering yang muncul akibat infeksi tertentu.

Cara kerja dextromethorphan sendiri cenderung aman, yakni dengan menekan dorongan untuk batuk yang berasal dari otak.

Dengan mengonsumsi obat batuk yang terbuat dari dextromethorphan, efek yang dirasakan konsumen adalah mengantuk.

"Kalau berlebihan ya pasti tidak baik. Bisa membahayakan," ucapnya.

Halaman
123
Penulis: Syifaul Mirfaqo
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved