Berita Nasional Terkini

Sejarah KRI Nanggala-402, Status On Eternal Patrol, Sisa Kejayaan Armada Laut Indonesia Tahun 60-an

Sejarah KRI Nanggala-402 yang kini berstatus On Eternal Patrol, sisa kejayaan Armada Laut Indonesia tahun 1960-an

Kompas.com/Ansel Da Lopez
Ilustrasi KRI Nanggala 402. Jenderal TNI M Jusuf di atas kapal selam KRI Nanggala, Rabu (16/3/1983). Sejarah KRI Nanggala-402 yang kini berstatus On Eternal Patrol, sisa kejayaan Armada Laut Indonesia tahun 1960-an 

Seperti dilansir TribunKaltim.co dari kompas.id, KRI Nanggala-402 adalah kapal selam tipe 209 buatan Howaldt Deutsche Werke (HDW), Kiel, Jerman Barat.  

Kapal dengan berat benaman 1.395 ton itu memiliki panjang 59,5 meter dan lebar 6,3 meter dengan kapasitas 34 orang awak.

Adapun kecepatan maksimalnya mencapai 21,5 knot dan dilengkapi dengan sistem persenjatan torpedo SUT.

Pemerintah Orde Baru memesannya pada 1977 bersama satu kapal selam lagi dengan tipe sama yang kemudian dinamai KRI Cakra 401.

KRI Nanggala-402 tiba di Indonesia pada 1981 untuk memperkuat kembali armada kapal selam Indonesia yang pada 1980-an sudah uzur.

Dari 12 kapal selam yang masih berdinas saat itu, hanya tinggal satu kapal yang masih bisa menyelam.

Semuanya merupakan sisa kejayaan armada laut Indonesia yang pada 1960-an dikenal sebagai salah satu kekuatan laut terbesar di Asia.

Pada periode 1960-an, berkat diplomasi Presiden Soekarno, Indonesia mendapatkan pasokan 104 kapal perang dari Uni Soviet yang disalurkan melalui negara-negara Eropa Timur.

Selain 12 kapal selam, terdapat antara lain 1 kapal penjelajah, 7 kapal perusak, 7 frigat, 62 kapal perang lebih kecil, dan kapal tambahan lainnya.

Tahun 2005, sejumlah pengamat sebenarnya telah menyampaikan masukan perlunya peremajaan dan penguatan armada kapal selam Indonesia.

Saat itu, tinggal KRI Cakra 401 dan KRI Nanggala-402 yang beroperasi dengan cakupan wilayah mencapai 5, 8 juta kilometer persegi wilayah laut Indonesia dengan lebih dari 81.000 kilometer panjang garis pantai serta lebih dari 17.500 pulau.

Sudah begitu, kedua kapal itu sudah tergolong tua pula.

Dalam perjalanannya, KRI Nanggala telah menjalani dua perbaikan besar di Korea Selatan pada 2006 dan 2011. Perbaikan terakhir berlangsung selama setahun.

KRI Nanggala tiba kembali di Dermaga Madura, Komando Armada RI Kawasan Timur, Surabaya, Jawa Timur, 6 Februari 2012.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved