Berita Nasional Terkini

Sejarah KRI Nanggala-402, Status On Eternal Patrol, Sisa Kejayaan Armada Laut Indonesia Tahun 60-an

Sejarah KRI Nanggala-402 yang kini berstatus On Eternal Patrol, sisa kejayaan Armada Laut Indonesia tahun 1960-an

Kompas.com/Ansel Da Lopez
Ilustrasi KRI Nanggala 402. Jenderal TNI M Jusuf di atas kapal selam KRI Nanggala, Rabu (16/3/1983). Sejarah KRI Nanggala-402 yang kini berstatus On Eternal Patrol, sisa kejayaan Armada Laut Indonesia tahun 1960-an 

Kedatangan kapal selam itu disambut langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Soeparno dan Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq.

Sebagaimana diberitakan harian Kompas saat itu, Kolonel Tunggul Surapati, mantan Komandan Satuan Tugas Perbaikan KRI Nanggala-402, di Korsel, mengatakan, 75 persen struktur bagian atas kapal selam tersebut diganti dengan struktur baru.

Selain itu, sistem kendali senjata, radar, sonar, serta sistem komunikasi juga diganti menggunakan teknologi yang lebih canggih. ”Sekarang kemampuan kapal selam ini sudah setara dengan kapal selam negara-negara tetangga,” katanya.

Sepanjang 2017 sampai 2018, Indonesia menambah tiga kapal selam lagi. Dua buatan Korea Selatan dan satu lagi joint production yang dibuat di PT PAL dengan transfer teknologi dari Korea Selatan.

Bekerja dalam sunyi

Karakter kerja kapal selam berikut awaknya, sebagaimana pernah disampaikan pemerhati militer, F Djoko Poerwoko, di harian Kompas pada 9 September 2009, selalu dalam sunyi.

Tugasnya jauh dari publikasi dan jarang terlihat lawan maupun kawan.

”Rakyat juga tidak perlu tahu di mana kapal selam TNI AL beroperasi. Yang terpenting mereka bertugas dengan senyap dan penuh dedikasi yang tinggi.

Tugas mereka yang berat hanya mendapat perlakuan lebih dari negara, yaitu kenaikan gaji berkala yang datang setiap tahun, sedang prajurit TNI lainnya datang setiap dua tahun,” kata Djoko.

Selama 40 tahun beroperasi, KRI Nanggala-402 telah menyusuri perairan Indonesia mulai barat hingga timur, mulai utara sampai selatan.

Sebagaimana kerja kapal selam di berbagai negara lainnya, KRI Nanggala-402 juga berpatroli di perairan perbatasan.

Pada Mei 2005, misalnya, saat hubungan Indonesia dan Malaysia menghangat karena sengketa blok Ambalat, KRI Nanggala-402 dioperasikan di kawasan tersebut.

Saat itu, KRI Cakra 401 sedang menjalani perbaikan total di Korea Selatan.

”Mereka standby. Kalau ada apa-apa, peran kapal selam sebagai pengintai, penyusup, dan pemburu strategis bisa dikerahkan berdasarkan keputusan politik pemerintah,” kata Komandan Satuan Kapal Selam Kolonel Laut (P) Jeffry S Sanggel dalam salah satu pemberitaan harian Kompas, 7 Desember 2011.

Baca juga: Komandan KRI Nanggala-402 Sempat Posting Suasana Dalam Kapal, Minta Didoakan jika Masuk Berita

Baca juga: INILAH Foto-foto KRI Nanggala di Dasar Laut, Kronologi, Daftar Nama 53 Awak Kapal Selam Nanggala-402

(Tribunnews.com/Oktavia WW)

Berita Nasional Terkini Lainnya

Berita tentang KRI Nanggala-402



Sebagian dari artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 4 Fakta dan Bukti Autentik Tentang Tenggelamnya KRI Nanggala-402, Berikut Penjelasannya.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved