Breaking News:

News Video

NEWS VIDEO Tertangkap Hendak Gunakan Bahan Peledak Untuk Ikan, Pria Ini Diringkus Polisi

Disamping itu, jajaran kepolisian juga mendapati bahan peledak berupa pupuk amonium nitrat dan cat kaleng tipe chrome

TRIBUNKALTIM.CO- Seorang pria berinisial AS (32) diamankan oleh jajaran Satpolairud Polresta Balikpapan akibat tertangkap tangan hendak menggunakan bahan peledak untuk mendulang ikan pada Jumat (23/4/2021) lalu.

Diungkapkan Kasat Polairud Polresta Balikpapan, AKP Ratno, bahwa pada saat itu sekira pukul 10.30 Wita, jajarannya mendapati sebuah kapal putih yang hendak keluar dari perairan Balikpapan, tepatnya di area BUI 11.

Tim Patroli Satpolairud kemudian mendekati kapal yang belakangan diketahui bernama Simbar tersebut. Didalamnya, ditemukan sejumlah 5 Anak Buah Kapal (ABK) dan AS yang menjadi juru mudi.

Disamping itu, jajaran kepolisian juga mendapati bahan peledak berupa pupuk amonium nitrat dan cat kaleng tipe chrome.

Usai diinterogasi, AS lantas mengakui bahwa bahan tersebut akan digunakan sebagai peledak untuk ikan di kawasan Pulau Balak-Balakan, Sulawesi Barat.

Baca juga: NEWS VIDEO Anggota DPRD Samarinda Cek Lokasi Abrasi dan Menduga Ada Kelalaian

"Kemudian anggota Kepolisian Satpolair Polresta Balikpapan mengamankan pelaku dan barang bukti bahan peledak tersebut," ucap AKP Ratno.

Selain dari kedua bahan kimia tersebut, Satpolairud Polresta Balikpapan juga mengamankan barang bukti lain, yaitu 2 karung berisi botol kaca, 1 utas selang sepanjang 5 meter, 19 buah besi pemberat dan 1 unit Kapal Simbar yang digunakan AS.

Sementara itu, kini AS sendiri diterapkan sebagai tersangka. Sementara untuk kelima ABK lain, sebatas saksi.

Berdasarkan keterangan tersangka, bahan peledak tersebut didapatkan dari seseorang yang tinggal di kawasan Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat. Sehingga tak menutup kemungkinan orang tak dikenal tersebut masuk dalam DPO.

Berkat perbuatannya, AS dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) UU RI Darurat Nomor 12 tahun 1981. Dengan regulasi itu, terang AKP Ratno, AS terancam penjara seumur hidup, hukuman mati atau pidana penjara paling lama 20 tahun.(*)

Berita Balikpapan

Berita Video

Editor: TribunKaltim.co/Fz
Editor: Faizal Amir
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved