Berita Nasional Terkini

Politisi PDIP: Anies Baswedan Gagal Antisipasi Euforia Persija Juara, Malah Sibuk Sosialisasi Capres

Politisi PDIP sindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan gagal antisipasi euforia Persija juara, malah sibuk sosialisasi capres kesana kemari.

Kolase Tribunkaltim.co
Politisi PDIP tuding Anies Baswedan gagal antisipasi euforia Persija juara, malah sibuk sosialisasi capres kesana kemari. 

TRIBUNKALTIM.CO - Persija berhasil merengkuh tropi juara Piala Menpora 2021.

Usai menaklukan Persib di dua laga final Piala Menpora 2021.

Kemenangan Persija disambut gegap gempita oleh fans Persija alias The Jackmania.

Ribuan suporter Persija tumpah ruah di jalan kota, salah satunya di bundaran Hotel Indonesia ( Bundaran HI).

Kerumunan tak bisa terhindarkan.

Jelas hal itu melanggar protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Insiden tersebut dikritisi politisi PDIP yang menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan gagal mengantisipasi euforia suporter Persija Jakarta.

Anies Baswedan malah sibuk sosialisasi pra Nyapres.

Baca juga: DAFTAR PENERIMA Bansos Tunai Rp 300 Ribu, Login cekbansos.kemensos.go.id, Cepat Cairkan BST, Cek KTP

Baca juga: TERKUAK Identitas Pemilik Porsche Terobos Jalur TransJakarta, Pakai Mobil Orang Tua, Begini Nasibnya

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Gilbert Simanjuntak menilai Gubernur Anies Baswedan lengah hingga tak mengambil langkah antisipasi terjadinya euforia yang dilakukan suporter Persija Jakarta.

Anies Baswedan dianggap terlalu sibuk mondar-mandir layaknya sosialisasi sebelum pemilihan presiden tahun 2024, hingga melupakan pencegahan potensi kerumunan euforia Jakmania di kawasan DKI.

"Seharusnya Pemprov sejak awal sudah mengimbau agar kerumunan ini tidak terjadi. Bukan malah sibuk kesana kemari seperti sosialisasi pra nyapres," kata Gilbert saat dikonfirmasi, Senin (26/4/2021).

Gilbert pun menyarankan agar pihak terkait segera melakukan pelacakan dan pemeriksaan kesehatan terhadap mereka yang diketahui ikut berkerumun pada Minggu (25/4/2021) malam hingga Senin (26/4/2021) dini hari.

Tujuannya supaya pencegahan bisa dilakukan sejak dini tanpa perlu menunggu laporan kasus dari masyarakat.

Sehingga potensi klaster baru dapat dicegah sejak awal.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved