Breaking News:

Berita Malinau Terkini

Aktivis Lingkungan Minta DLH Buka Hasil Investigasi Pencemaran Sungai Malinau ke Publik

Aktivis lingkungan yang tergabung dalam Lembaga Advokasi Lingkungan Kalimantan Utara atau Lalingka, menuntut

HO/LALINGKA
Kondisi pencemaran Sungai di Malinau akibat jebolnya tanggul penampungan limbah PT KPUC pada Februari lalu.  

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Aktivis lingkungan yang tergabung dalam Lembaga Advokasi Lingkungan Kalimantan Utara atau Lalingka, menuntut.

Yakni agar pihak DLH Malinau dan Kalimantan Utara membuka hasil investigasi pencemaran sungai di Malinau kepada publik.

Aktivis Lalingka, Andry Usman, mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada pihak DLH Malinau dan Kaltara serta Polda Kaltara untuk membuka hasil investigasi pada Februari lalu.

Hal tersebut ia ungkapkan saat dihubungi via sambungan telepon oleh Tribunkaltara.com pada Rabu (28/4/2021).

Baca Juga: Malinau Wilayah Perbatasan, Wempi-Jakaria akan Berkomunikasi ke Pemprov dan Pemerintah Pusat

"Hari ini kami kembali mengirimkan surat ke DLH Malinau, DLH Kaltara, dan Polda Kaltara, kami meminta hasil investigasi dibuka ke publik," ujar Aktivis Lalingka, Andry Usman.

"Ini yang kami minta, karena pihak DLH dan Polda kemarin saat pencemaran menurunkan tim melakukan investigasi ini yang kami ingin tahu hasilnya," tambahnya.

Andry mengungkapkan, bila tidak ada permasalahan dalam kasus pencemaran sungai di Malinau akibat jebolnya tanggul kolam penampungan limbah milik PT KPUC.

Maka sedianya hasil investigasi dapat dibuka ke publik.

Baca Juga: Dana Sering Terbatas, Pemkab Diminta Dukung Kelancaran Program FKUB Malinau

Halaman
123
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved