Breaking News:

Gaya Hidup

2 Mei Hari Pendidikan Nasional, Belajar di Masa Pandemi Covid-19, Bimbingan Skripsi Dilakukan Online

2 Mei Hari Pendidikan Nasional, Belajar di Masa Pandemi Covid-19, Bimbingan Skripsi Dilakukan Online

TRIBUN KALTIM/DWI ARDIANTO
Amalia Afifa, mahasiswi ITK. 2 Mei Hari Pendidikan Nasional, Belajar di Masa Pandemi Covid-19, Bimbingan Skripsi Dilakukan Online 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - 2 Mei Hari Pendidikan Nasional, Belajar di Masa Pandemi Covid-19, Bimbingan Skripsi Dilakukan Online

Bertepatan 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), dunia pendidikan di Indonesia masih berada dalam fase tantangan besar di masa pandemi Covid-19.

Sejak Corona merebak di Indonesia, kegiatan pembelajaran tatap muka ditiadakan menjadi belajar dari rumah secara daring. Suka tidak suka, menyenangkan atau menyebalkan, menempuh pendidikan harus dijalani demi masa depan.

Kendati tidak sempat merasakan langsung berkuliah daring akibat pandemi, Amalia Afifah sempat merasakan sulitnya menyelesaikan skripsi dengan sistem bimbingan secara daring. Mahasiswi lulusan teknik elektro Institut Teknologi Kalimantan (ITK) tersebut mengakui bahwa dirinya sempat khawatir tidak dapat menyelesaikan pendidikan strata-1 (S1) tepat waktu.

Perempuan yang biasa disapa Amel tersebut bercerita bahwa ketika pertama kali pandemi terjadi, dirinya sedang berada di tingkat akhir dan sedang mengerjakan skripsinya.

Meski tidak sempat membuatnya belajar daring, Amel bercerita bahwa bimbingan tugas akhir yang dikerjakannya harus dilakukan secara online.

"Awalnya sempat merasa senang karena bimbingan daring ini membuat tugas akhir saya tidak banyak direvisi, namun di pertengahan tiba-tiba merasa khawatir dan berpikir bahwa saya diluluskan hanya karena bimbingan daring ini menyebabkan dosen kerepotan untuk merevisi," ceritanya.

Hal ini yang kemudian membuat perempuan kelahiran tahun 1998 tersebut takut jika dirinya tidak sanggup bertahan di dunia kerja.

Ia mengaku kekhawatiran ini sempat membuat dirinya merasa rendah diri dan tidak mampu bersaing dengan teman sebayanya ketika lulus kuliah nanti.

"Apalagi lulusan S1 ini kebanyakan dianggap sudah mampu untuk bertanggung jawab atas dirinya sendiri, ini menjadi beban tersendiri bagi saya dan membuat saya bertanya apakah saya mampu berbaur dengan masyarakat begitu lulus nanti," tuturnya.

Setali tiga uang dengan Tracy, hal ini pulalah yang akhirnya membuat Amel berusaha sebaik mungkin untuk mengasah kemampuannya di bidang lain.

Jika Tracy menggunakan waktunya untuk mengasah kemampuan di bidang modeling, Amel banyak mengambil kesempatan untuk mengikuti berbagai pelatihan dan sertifikasi kemampuan.

Perempuan yang pernah menjuarai Lomba Pertolongan Pertama Kelompok Tingkat SMA dan meraih prestasi juara 3 Lomba Komite Karate Walikota Cup Balikpapan tersebut, mengatakan bahwa saat ini adalah momentum yang tepat bagi pendidikan di Indonesia untuk berbenah.

"Memang tidak bisa dipungkiri bahwa kondisi saat ini menyebabkan ada begitu banyak perubahan dalam masyarakat kita. Namun sebenarnya semua tergantung dari sudut mana kita memandang hal tersebut, Misalnya seperti sekarang dengan adanya pandemi ini, masyarakat kita seolah dipaksa untuk melek teknologi. Mungkin kalau dalam kondisi normal, kita baru akan mencapai penggunaan teknologi ini dalam 5 hingga 10 tahun ke depan. Tapi dengan keterbatasan yang disebabkan oleh Covid-19, segala sesuatu seolah dipercepat. Harapannya dengan adanya momentum ini, generasi muda Indonesia dapat berlomba untuk berinovasi dan menciptakan sesuatu yang bermanfaat serta mengangkat nama bangsa di kancah internasional," tutup Amel. (*)

Penulis: Bella Evanglista
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved