Breaking News:

Ramadhan 2021

Berusia 170 Tahun, Masjid Jami Nurul Ibadah Jadi Saksi Sejarah Peradaban Islam di Kabupaten Paser

Masjid tertua yang ada di Kecamatan Pasir Belengkong, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, dibangun sejak tahun 1851 merupakan peninggalan dari kerajaan

TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
Masjid Jami Nurul Ibadah merupakan masjid tertua yang ada di Kabupaten Paser, Kecamatan Pasir Belengkong, Kalimantan Timur. Masjid ini memiliki konstruksi kayu. TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER- Masjid tertua yang ada di Kecamatan Pasir Belengkong, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, dibangun sejak tahun 1851 merupakan peninggalan dari kerajaan Sadurengas yang masih berdiri kokoh hingga kini.

Masjid tersebut diberi nama Masjid Jami Nurul Ibadah, kini berusia 170 tahun lamanya dan masih dimanfaatkan masyarakat setempat untuk kegiatan keagamaan maupun wisata religi.

Masjid tua keraton, nama lain dari Masjid Jami Nurul Ibadah, dengan lokasi strategis berdampingan dengan Museum Sadurengas yang mudah dijangkau, tidak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Paser.

Pengurus Masjid Jami Nurul Ibadah terkait perawatan dan struktur bangunan, Minggu (2/5/2021). TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
Tamrin, Pengurus Masjid Jami Nurul Ibadah memberikan penjelasan terkait perawatan dan struktur bangunan masjid, Minggu (2/5/2021). TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM (TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM)

Walaupun beberapa kali mengalami perbaikan dikarenakan kondisi bangunan dari Masjid Jami Nurul Ibadah yang lapuk, namun hingga kini tetap mempertahankan keaslian dari bentuk awal pembangunannya.

Hal itu dijelaskan oleh Muhammad Tahir, salah satu mantan Ketua Pengurus Masjid Jami Nurul Ibadah periode 2015-2018 lalu yang kini menjabat di bagian seksi ibadah.

Baca juga: Kepala Kantor Kemenag Bersyukur Ada Warga Tarakan Bisa Go Internasional Jadi Imam Masjid

"Seingat saya, pernah dilakukan renovasi 3 kali tapi tidak mengubah bentuk (arsitektur) aslinya, bagian demi bagian diperhatikan dengan struktur bangunan menggunakan kayu jati," tuturnya.

Tepat di bagian tengah masjid, terdapat 12 anak tangga yang mengelilingi tiang menembus plafon yang dulunya digunakan sebagai tempat mengumandangkan azan.

Namun kini hal itu tak lagi digunakan, seiring perkembangan zaman dengan masuknya teknologi modern saat ini.

"Sebelum tahun 1970, orang naik di atas plafon (sambil menunjuk ke atas) untuk mengumandangkan azan sekitar tahun 1965," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Syaifullah Ibrahim
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved