Ramadhan 2021

9 Tahun Lagi Umat Muslim Diprediksi Jalani Bulan Ramadhan 2 Kali Setahun

Namun 9 tahun lagi diprediksi umat muslim akan menjalani bulan Ramadhan 2 kali setahun.

Dok Tribun Timur
Ilustrasi shalat tarawih di bulan Ramdhan, diprediksi 9 tahun lagi bulan Ramadhan berlangsung 2 kali dalam setahun 

TRIBUNKALTIM.CO - Bulan Ramadhan adalah salah satu bulan mulia bagi umat muslim.

Bulan Ramadhan datang sekali dalam setahun dan disambut dengan suka cita.

Namun 9 tahun lagi diprediksi umat muslim akan menjalani bulan Ramadhan 2 kali setahun.

Tepatnya di tahun 2030 akan ada 2 bulan Ramadhan di tahun masehi terebut.    

Bulan Ramadhan yang biasa dilaksanakan sekali di tiap tahunnya, tampaknya akan berbeda pada tahun 2030 mendatang.

Ahli astronomi memprediksi, umat Muslim di dunia akan menghadapi dua bulan Ramadan pada 2030.

Baca juga: TANDA-TANDA Datangnya Malam Lailatul Qadar Ramadhan 2021, Berikut Amalan dan Doa Menjemput Kemuliaan

Fenomena itu dipastikan terjadi berdasarkan penghitungan kalender Hijriah dan Masehi. Tentu pelaksanaan ramadhan dua kali dalam setahun pernah terjadi terakhir kali terjadi pada 1997 silam.

Ibrahim Al Jarwan, anggota Federasi Arab Ilmu Antariksa dan Astronomi, menjelaskan perihal fenomena ini kepada surat kabar Dubai, Gulf News pada Kamis (29/4/2021).

Ibrahim menjelaskan kalender Islam saat ini terpaku pada tahun bulan atau Qomariyah. Itu artinya secara konsisten bergerak sekitar 11 hari pendek dari tahun matahari atau Hijriah.

Sudah menjadi hal yang lazim setiap tahun berlalu dan tergantung pada penampakan hilal bulan, Ramadan selalu mundur sekitar 10 atau 11 hari dari tanggal semula.

"Tahun 2030 akan umat islam akan menjalani bulan Ramadan yang penuh berkah dua kali. Yang pertama akan berlangsung ketika Ramadan akan dimulai pada 5 Januari 2030 untuk tahun Hijriah 1451, dan kemudian lagi, bulan Ramadan akan dimulai pada 26 Desember 2030 untuk tahun Hijriah 1452," jelas Al Jarwan seperti dikutip dari Gulf News, Sabtu (1/5/2021).

Sementara untuk total hari puasa yang dijalani di tahun 2030 adalah sebanyak 36 hari.

"Dan total hari puasa akan kurang lebih 36 hari, Insya Allah," jelasnya tentang bulan Ramadan.

Ibrahim kembali menegaskan bahwa fenomena ini bukanlah kejadian yang aneh atau bersebrangan dengan sains. Seperti diketahui kalender Hijriah berjumlah 354 hari, yaitu 11 hari lebih sedikit dari Gregorian, kedua sistem kalender pada akhirnya akan datang lingkaran penuh dan mengulangi diri mereka sendiri.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved