Breaking News:

Berita Kaltara Terkini

Satgas Pangan Kaltara Temukan Gula Impor, Sebut Transit di Perbatasan RI-Malaysia

Satgas Pangan Provinsi Kaltara masih menemukan banyak pedagang yang menjual gula impor asal Malaysia.

TRIBUNKALTIM.CO/MAULANA ILHAM FAWDI
Kabid Perdagangan Disperindag Bulungan, Murtinah, bersama Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Kaltara, Hasriani dan Kasubdit I, Ditreskrimsus Polda Kaltara, AKP Satya Chusnur usai melakukan pengawasan barang di Pasar Induk Tanjung Selor. TRIBUNKALTIM.CO/MAULANA ILHAM FAWDI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR – Usai melakukan pengawasan barang di Pasar Induk Tanjung Selor, Rabu (5/5/2021), Satgas Pangan Provinsi Kaltara masih menemukan banyak pedagang yang menjual gula impor asal Malaysia.

Penjualan barang-barang impor sendiri diketahui melanggar aturan, apabila tidak memiliki izin impor bagi importir dan izin edar bagi produk.

Ditemui usai melakukan pengawasan, Kabid Perdagangan Dalam Negeri, Disperindagkop Kaltara, Hasriani, mengatakan barang-barang impor, seperti halnya gula pasir tersebut diambil dari perbatasan RI-Malaysia di Sebatik.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Tana Tidung, Hujan Landa Kabupaten di Kaltara Ini Sepanjang Hari

Baca Juga: Dituding Posting Ujaran Kebencian di Medsos, Anggota DPR RI Dapil Kaltara: Doakan Saja Mereka

Menurutnya para pelaku impor tersebut mengambil barang dari Sebatik, karena tidak diperbolehkan lagi mengambil barang langsung ke Tawau, Malaysia, lantaran terdapat peraturan yang melarang perahu kayu untuk mengambil barang langsung ke Malaysia.

“Sebenarnya mereka ini ambilnya dari Sebatik, mereka tidak boleh ambil lagi dari Tawau, karena kapal kayu tidak boleh lagi ambil barang ke Tawau, dan barang-barang dari Tawau ditransitkan ke Sebatik,” ujar Kabid Perdagangan Dalam Negeri, Disperindagkop Kaltara, Hasriani.

Baca Juga: Oknum DPR RI Dapil Kaltara Diduga Sampaikan Ujaran Kebencian di Medsos, Warga Nunukan Turun ke Jalan

Baca Juga: Tampung Keluhan Warga Mara Satu Soal Sengketa Lahan, DPRD Kaltara Minta Bos Perusahaan Dihadirkan

“Meskipun Sebatik masuk wilayah perbatasan, tapi barang-barang ini ilegal karena tidak memiliki izin impor, dan pelaku tidak memiliki izin sebagai importir,” terangnya.

Halaman
12
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved