Berita Nasional Terkini
Tak Hanya KKB, Ancaman Datang dari Makelar Malaysia di Papua, Isu Lingkungan Disorot Media Asing
Tak hanya Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB) ancaman datang dari makelar Malaysia di tanah Papua, isu lingkungan disorot media asing.
Penulis: Kun | Editor: Januar Alamijaya
TRIBUNKALTIM.CO - Tak hanya Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB), ancaman datang dari makelar Malaysia di tanah Papua.
Isu lingkungan di tanah Papua disorot media asing.
Nyatanya, selain KKB yang dianggap teroris oleh pemerintah, ada hal yang mengkhawatirkan lainnya.
Ancaman itu datang dari makelar Malaysia.
Persoalan makelar Malaysia tak kalah serius dengan isu keamanan Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua, Indonesia.
Ya, rencana makelar Malaysia melakukan penebangan hutan hujan sebagai bagian proyek kebun kelapa sawit jadi bahan sorotan.
Jika hal tersebut tak segera diantisipasi, lahan hutan hujan seluas 280 ribu hektare terancam punah lantaran dibabat habis.
Baca juga: KKB Papua Kembali Lakukan Aksi Brutal Bakar Puskesmas dan Sekolah di Distrik Ilaga, Juga Rusak Jalan
Baca juga: Daya Tarik Gibran Rakabuming Buat 5 Menteri Jokowi Merapat ke Solo, Ada Juga Ahok BTP Bahas Hal Ini
"Pemerintah menganggap bahwa organisasi dan orang-orang di Papua yang melakukan
kekerasan masif dikategorikan sebagai teroris," ujar Mahfud MD seperti dikutip dari Live Breaking News KOMPAS TV.
"Jadi yang dinyatakan oleh Ketua MPR, BIN, TNI, Polri, dan tokoh-tokoh Papua yang
datang ke sini menyatakan mereka yang melakukan pembunuhan dan kekerasan secara brutal itu secara masif," terangnya.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD dalam konferensi pers yang digelar Kamis (29/4/2021) lalu.
Sementara itu, dilansir dari Surya.co.id, TNI akan segera mengirimkan 400 prajurit dari
Yonif 315/Garuda yang berjuluk 'Pasukan Setan'.
Baca juga: Daftar KKB Papua Aktif, Anak Buah Listyo Sigit Bocorkan Nama Pimpinan dan Wilayah Teror: Lumpuhkan!
Diketahui baru-baru ini, para prajurit Yonif 315/Garuda telah dilatih menembak runduk atau Sniper guna mempersiapkan Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan ( Satgas Pamrahwan) di Papua.