News Video

NEWS VIDEO Angka Kematian Akibat Covid-19 Meningkat, Larangan Mudik Pemerintah Dianggap Tepat

Setidaknya ada 5 daerah yang mengalami peningkatan kematian akibat virus Corona pada pekan ini. 

Editor: Djohan Nur

TRIBUNKALTIM.CO - Angka kematian akibat Virus Corona meningkat dalam sepekan terakhir.

Hasil ini didapat berdasarkan data yang tercatat di Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

Meningkatnya angka kematian ini juga diiringi dengan penurunan angka kesembuhan dalam sepekan terakhir.

Setidaknya ada 5 daerah yang mengalami peningkatan kematian akibat virus Corona pada pekan ini. 

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat grafik angka kematian Covid-19 meningkat satu minggu terakhir.

Pada periode 23 April hingga 2 Mei perlu waspada bersama karena perkembangan yang kurang baik terjadi.

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Bontang, 19 Orang Positif Covid-19, Kelurahan Lok Tuan Kembali Zona Merah

Pada angka kasus kematian meningkat 3,7 persen dan angka kesembuhan mengalami penurunan cukup besar yaitu 17,1 persen dari minggu sebelumnya.

Padahal momen Idul Fitri yang identik dengan mudik atau pulang kampung tinggal menghitung hari.

Oleh karena itu pemerintah memerintahkan untuk melakukan pengetatan mobilitas pelaku perjalanan dalam negeri dengan peniadaan mudik.

Melihat angka kematian, terdapat 5 provinsi dengan kenaikan angka kematian tertinggi di minggu ini, yaitu Jawa Tengah naik 35 (303 vs 338), Riau naik 24 (67 vs 91), NTB naik 15 (1 vs 16), Kepulauan Bangka Belitung naik 13 (12 vs 25), dan NTT naik 9 (4 vs 13).

Berdasarkan data tersebut, langkah untuk menetapkan peniadaan mudik dinilai tepat.

Meningkatnya mobilitas penduduk berdampak pada meningkatnya jumlah kasus aktif.

Untuk itu masyarakat diingatkan, mengambil keputusan bijak dalam menyambut libur lebaran Idul Fitri 1442 H tahun ini karena Indonesia masih dalam masa pandemi.

Tradisi mudik merupakan sarana pelepas rindu yang sangat dinantikan masyarakat setiap tahunnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved