Breaking News:

News Video

NEWS VIDEO Steven Zhang Cuci Gudang Pemain Inter Milan

Update Liga Italia, Steven Zhang cuci gudang pemain Inter Milan, Lautaro Martinez & Achraf Hakimi masuk daftar jual

Editor: Djohan Nur

TRIBUNKALTIM.CO - Inter Milan tampil impresif dengan menjuarai Liga Italia Serie A musim 2020-2021.

Meski demikian, masalah finansial memaksa Presiden Nerazzuri Steven Zhang bersedia menjual hampir semua bintang asuhan Antonio Conte.

Hanya 3 nama pilar Inter Milan yang berstatus not for sale, alias tidak dijual.

Dan pilar utama pengantar Inter Milan Scudetto seperti Lautaro Martinez, hingga Achraf Hakimi tetap masuk ke dalam daftar jual Steven Zhang.

Inter Milan sudah harus melakukan proyek tebang pilih di skuad tak lama setelah mengamankan gelar Liga Italia 2020-2021.

Baca juga: Prediksi, Line Up & Jadwal Tayang Liga Italia, Juventus vs AC Milan, Pertaruhan Pioli dan Pirlo

Belum juga merayakan gelar juara Liga Italia secara resmi, Inter Milan sudah diwanti-wanti untuk melakukan penghematan finansial jelang musim baru.

Menurut Sky Sport Italia, Presiden Steven Zhang meminta adanya pemotongan ongkos buat beban gaji skuad, termasuk pelatih, staf, dan para direktur klub.

Prospek pemasukan dari sektor penjualan aset pun digenjot.

Mencuat kabar sejumlah pemain bakal dikorbankan demi menggembungkan lagi dompet klub yang terus mengempis akibat efek pandemi.

Corriere dello Sport menyebut cuma tiga personel yang masuk kategori haram dilego Inter Milan di bursa transfer musim panas nanti.

Mereka adalah Romelu Lukaku, Alessandro Bastoni, dan Nicolo Barella, yang dipandang krusial sebagai tulang punggung tim untuk waktu lama.

Sementara itu, sisanya dipertimbangkan untuk masuk daftar jual.

Lima pilar seperti Lautaro Martinez, Arturo Vidal, Stefan de Vrij, Achraf Hakimi, dan Marcelo Brozovic sebenarnya masih sangat dibutuhkan Inter.

Namun, La Beneamata disebut bakal merelakan mereka dilepas jika ada tawaran datang sesuai besaran fulus yang diharapkan.

Hal serupa berlaku buat Christian Eriksen, pemain yang awalnya nyaris tersisih.

Tetapi bangkit di paruh kedua kompetisi hingga menjadi pion vital dalam kesuksesan Inter musim ini.

Duit di kisaran 35-40 juta euro dari pemasukan transfer Eriksen mungkin bisa membantu mengurangi beban klub.

Apalagi, gaji playmaker Denmark tersebut sangat tinggi untuk ukuran klub Italia: 7 juta euro per musim.

Sementara itu, Hakimi diwartakan sedang getol diincar Bayern Muenchen.

Tawaran 60 juta euro dengan gaji 6 juta euro per musim disiapkan tim raksasa Jerman buat mengangkut winger kilat asal Maroko tersebut.

Bak gayung bersambut, agen Hakimi, Alejandro Camano, menyiratkan ketertarikan menggelar negosiasi dengan Bayern Munchen.

"Tak mengejutkan jika Bayern tertarik kepadanya," kata Camano, dikutip BolaSport.com dari Football Italia.

"Achraf sangat bahagia di Inter, dia tak berpikir apa pun selain itu.

Tapi, siapa sih yang tak mau bermain untuk Bayern?" ujarnya.

Adapun Lautaro Martinez masih dihubungkan dengan peminat lamanya, Barcelona, walau mengakui dia gagal pindah ke sana lantaran kendala finansial.

Guna memotong ongkos jika masih berminat merekrut striker Argentina tersebut, formula barter 2 pemain plus sejumlah uang bisa masuk amplop penawaran Barcelona ke Inter Milan.

Baca juga: BURSA TRANSFER Liga Italia: Skema Juventus Depak Pirlo Buru Zidane, Legenda AC Milan jadi Alternatif

Faktor AC Milan

Ternyata ada faktor AC Milan dibalik sukses besar  yang dialami Inter Milan.

Inter Milan takluk atas rival sekota AC Milan dalam lajutan Liga Italia pada Oktober tahun lalu.

Inter juga harus merelakan juara paruh musim untuk AC Milan yang bercokol di puncak klasemen Serie A Liga Italia.

Tapi, kekalahan tersebut seaka menjadi pelecut bagi Inter Milan untuk berbenah dan mengejar Scudetto yang mereka idamkan.

Buktinya, setelah kekalahan atas AC Milan, Inter Milan hanya kalah dalam satu pertandingan, yakni melawan Sampdoria di kancah Liga Italia. Meskipun dibumbui dengan kegagalan tim berjuluk Nerazzurri itu di ajang Liga Champions.

Inter berangsur pulih dan hinggap di puncak klasemen, walaupun terkadang dapat cegatan dari Juventus dan AC Milan.

Pada akhirnya, tim besutan Antonio Conte mampu membuktika taji sebagai pemenang, setelah rival terdekat Atalanta meraih hasil imbang atas Sassuolo, Minggu (2/5/2021).

Keberhasilan ini juga diiringi oleh AC Milan dan Juventus yang tampil inkonsisten.

Menurut Antonio Conte, timnya tahu akan harus memberikan tekanan dan serangan untuk bisa meraih Scudetto.

Mantan pelatih Chelsea itu juga menjadi nahkoda berharga bagi timnya atas keberhasilan ini.

"Saya pikir langkah yang kami buat musim ini membawa kami ke gelar dan kami harus menikmati saat ini, langkah yang ingin dibuat oleh para pemain ini," kata Conte dalam program Rai 90 Minuto, dikutip dari Football Italia.

"Kami selalu berganti-ganti dalam berbagai situasi selama pertandingan, duduk sedikit lebih dalam untuk kemudian menciptakan ruang pada pergantian pemain, atau mengundang lawan untuk menyerang kami sehingga kami dapat melanjutkan serangan balik," penjelasan Conte soal titik Balik Inter Milan.

"Tim benar-benar berkembang dalam pengertian itu, dan dalam satu musim Anda harus bisa mengambil pendekatan yang berbeda agar tidak bisa diprediksi .

"Anda tidak bisa selalu hanya menyerang atau bertahan, ini tentang mengetahui kapan akan menyerang. Di situlah kami meningkat, dalam membaca permainan dan mengetahui momen-momen itu.

"Sebuah tim tidak bisa menekan selama 90 menit tanpa henti.

"Lawan di Itaia mempelajari Anda dan menemukan cara untuk menetralkan kekuatan Anda.

"Jika Anda sabar dan menunggu saat yang tepat untuk menyerang, dan memiliki tim yang dalam kondisi fisik yang baik, Anda tahu bahwa cepat atau lambat lawan akan kehilangan intensitas," jelasnya.

Baca juga: Update Liga Italia, Pioli Sadar Jelang Lawan Juventus, Ganti Formasi AC Milan, Ibra Punya Duet Baru

Terkait gelar Scudetto, Conte mempersembahkan untuk sang istri, dan keluarganya, serta Gabriele 'Lele' Oriali, yang menjabat sebagai manajer teknis Inter Milan saat ini.

"Saya mempersembahkannya (Scudetto) untuk mereka yng dekat dengan saya, istri saya, anak perempuan saya, saudara laki-laki saya.

"Saya juga berterima kasih kepada Lele Oriali, yang penting bagi saya dan paling mempengaruhi saya selama bertahun-tahun," pungkasnya.

Oriali juga pernah bekerja dengan Conte di timnas Italia sebagai staf sebelum ikut ke Inter Milan.

(*)

Berita tentang Liga Italia

Berita Video

Editor: Jojo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved