Menjelang Idul Fitri, BKP Tarakan Fasilitasi 3 Kali Ekspor Buah Lewat Perbatasan Malaysia Sehari

Pada Senin (3/5/2021) lalu, Karantina Pertanian Tarakan Wilayah Kerja Nunukan kembali melakukan sertifikasi ekspor buah-buahan tujuan Malaysia.

Penulis: Risnawati | Editor: Sumarsono
HO/BKP Tarakan
Karantina Pertanian Tarakan Wilker Nunukan lakukan sertifikasi ekspor buah-buahan tujuan Malaysia. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah tinggal menghitung hari. Pemerintah telah melakukan pelarangan mudik pada masa lebaran kali ini.

Namun, lalu lintas barang terasa semakin meningkat di perbatasan. Pulau Nunukan merupakan salah satu daerah terluar yang berbatasan laut dengan Malaysia.

Lalu lalang transportasi kedua negara semakin tinggi menyambut Idul Fitri, karena berbagai kebutuhan pokok yang semakin dibutuhkan.

Termasuk buah-buahan yang selama ini rutin diekspor masih terus berlanjut untuk memenuhi kebutuhan negara tetangga, Malaysia.

Karantina Pertanian Tarakan Wilayah Kerja Nunukan kembali melakukan sertifikasi ekspor buah-buahan tujuan Malaysia.
Karantina Pertanian Tarakan Wilayah Kerja Nunukan kembali melakukan sertifikasi ekspor buah-buahan tujuan Malaysia. (HO/Karantina Tarakan)

Pada Senin (3/5/2021) lalu, Karantina Pertanian Tarakan Wilayah Kerja Nunukan kembali melakukan sertifikasi ekspor buah-buahan tujuan Malaysia.

Sebanyak 10.050 kg buah yang terdiri dari mangga, buah naga, dan jeruk nipis senilai Rp 185.250.000 ini dilakukan pemeriksaan oleh pejabat karantina sebelum berangkat.

"Buah-buahan ini telah diperiksa, jumlah dan jenisnya sesuai dengan permohonan. Kondisi buah baik dan tidak busuk sehingga bisa dilalulintaskan.

Total yang disertifikasi hari ini ada tiga kali kegiatan ekspor," Ungkap Pejabat Karantina Pertanian Wilker Nunukan, Noor Effendi

Secara terpisah, Kepala Karantina Pertanian Tarakan, Akhmad Alfaraby mengapresiasi stabilnya kegiatan ekspor di perbatasan.

Pihaknya akan terus mendukung kelancaran ekspor dengan melakukan pelayanan prima meskipun sedang puasa untuk mendorong semangat petani milenial.

"Saya pastikan bahwa di setiap wilayah kerja karantina pertanian Tarakan tetap melayani permohonan ekspor meskipun sedang puasa.

Saya harap ini dapat mendorong minat petani milenial untuk terus mengembangkan kualitas produk pertanian di kancah luar negeri," harapnya.

Setiap produk pertanian yang akan diekspor harus dilengkapi dengan phytosanitary certificate (dokumen KT 10) dari Karantina Pertanian.

Hal ini sesuai dengan amanat pasal 34 ayat 1 Undang - Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

Dokumen ini sebagai jaminan di negara tujuan bahwa produk pertanian telah melewati proses karantina sehingga aman dilalulintaskan. (*)

Penulis: Risnawati

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved