Berita Regional Terkini

Fakta Baru 11 Debt Collector yang Kepung Tentara, Polisi: Preman Semua, tak Punya Sertifikat Profesi

Fakta baru 11 debt collector yang kepung tentara, Polisi: preman semua, tak punya sertifikat profesi.

Tangkap layar YouTube Kompas TV
Hendry Lettemu selaku koordinator para debt collector menyampaikan permohonan maaf pada Serda Nurhadi. Fakta baru 11 debt collector yang kepung tentara, Polisi: preman semua, tak punya sertifikat profesi. Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Debt Collector Tersangka Pengepung Serda Nurhadi Minta Maaf, Akui Perilakunya Salah: Saya Menyesal, https://www.tribunnews.com/nasional/2021/05/11/debt-collector-tersangka-pengepung-serda-nurhadi-minta-maaf-akui-perilakunya-salah-saya-menyesal?page=all. Penulis: Nuryanti Editor: Garudea Prabawati 

TRIBUNKALTIM.CO - Fakta baru 11 debt collector yang kepung tentara, Polisi: preman semua, tak punya sertifikat profesi

Kasus 11 debt collector alias mata elang yang kepung dan mengancam Serda Nurhadi kini bergulir di kepolisian.

Sebanyak 11 orang debt collector sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka di Polres Metro Jakarta Utara. 

Polisi menyebutkan, ke-11 debt collector merupakan preman yang tidak dibekali Sertifikat Profesi Penagihan Pembiayaan alias SPPP.

Senin (10/5/2021), Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Yusri Yunus kepada wartawan di Mapolres Jakarta Utara mengatakan, "Ini preman-preman semuanya, tidak sah. Ini mereka ilegal semuanya, tidak punya kekuatan hukum."  

Yusri menyebut mereka direkrut oleh PT ACKJ.

Perusahaan itu awalnya mendapat mandat atau surat kuasa dari PT Clipan Finance guna melakukan penarikan mobil terhadap debitur yang menunggak.

Namun, PT. ACKJ merekrut preman-preman untuk melakukan pekerjaan tersebut, padahal seharusnya mereka merekrut orang-orang yang miliki SPPP.

Baca juga: Kepung dan Bentak Prajurit TNI, Tim Gabungan Gerak Cepat Amankan Komplotan Debt Collector

"Walaupun surat kuasa ada tapi tidak memiliki klasifikasi, keahlian, tidak memiliki dasar-dasar, SPPP-nya tidak ada sama sekali. Jadi itu ilegal," tandasnya.

Para tersangka dijerat Pasal 335 ayat 1 KUHP dengan ancaman maksimal 1 tahun dan 365 jo 53 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Sebelumnya, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengungkap kronologi video yang viral beberapa waktu lalu terkait seorang Babinsa Kodim 0502 Jakarta Utara Serda Nurhadi yang dihadang sejumlah debt collector saat sedang menolong warga di sekitar Kelurahan Semper.

Dudung mengatakan kejadian tersebut merupakan perselisihan antara debitur dan beberapa debt collector yang memaksa untuk mengambil kendaraannya.

Awal mulanya, kata Dudung, Serda Nurhadi pada 6 Mei 2021 sekira pukul 14.00 WIB mendapat laporan dari masyarakat bahwa di depan Kelurahan Semper terjadi kemacetan total.

Kemudian, lanjut dia, ada laporan menyusul bahwa ada masyarakat yang menggunakan kendaraan tengah ribut dengan debt collector. 

Atas informasi tersebut, kata Dudung, Nurhadi datang ke lokasi dan berdialog dengan debt collector. 

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved