Breaking News:

Virus Corona

Warga Marah Dipicu Munculnya Kabar Puluhan Mayat Mengapung di Sungai Gangga India

Puluhan bahkan diperkirakan hingga ratusan mayat mengapung di Sungai Gangga India diduga sebagai korban Covid-19

Editor: Budi Susilo
@youtube official tribun kaltim
Potret Puluhan Mayat Menumpuk di Sungai Gangga, Diduga Dibuang karena Tak Mampu Kremasi 

Angka kematian karena Covid-19 di India tembus 250.000 orang, Rabu (12/5/2021), ketika pandemi berkecamuk di negara berpenduduk 1,3 miliar orang tersebut.

Dilansir AFP dan Channel News Asia, dari kementerian kesehatan, 4.205 orang meninggal dalam 24 jam terakhir.

Angka tersebut menjadi rekor baru dan dengana adanya tambahan tersebut total korban jiwa menjadi 254.197 orang.

Jumlah kasus naik hampir 350.000 menjadi 23,3 juta, tertinggi kedua setelah Amerika Serikat.

Baca Juga: NEWS VIDEO Susul Tsunami Corona di India, Nepal Kini di Ambang Krisis Covid-19

Banyak ahli percaya jumlah asli orang yang meninggal di India jauh lebih tinggi dari data yang dilaporkan.

"Kematian jauh lebih tinggi daripada apa yang diungkapkan oleh data resmi kami," kata Anant Bhan, seorang peneliti kebijakan kesehatan dan bioetics independen, kepada AFP.

India Rekrut Pensiunan Tenaga Medis Tentara

India merekrut ratusan pensiunan tenaga medis tentara untuk mendukung sistem perawatan kesehatannya yang kewalahan akibat lonjakan kasus Covid-19.

Hal itu disampaikan Kementerian Pertahanan India pada Minggu (9/5/2021), ketika negara itu bergulat dengan rekor kasus infeksi dan kematian Covid-19, seperti dilansir Channel News Asia.

Sekitar 400 petugas medis diperkirakan akan bertugas kembali untuk kontrak selama maksimal 11 bulan, kata kementerian itu dalam siaran pers.

Kementerian Pertahanan menambahkan bahwa dokter pertahanan lainnya juga telah diturunkan untuk konsultasi online.

Baca Juga: Menyusul Tsunami India, Kali Ini Nepal di Ambang Petaka Covid-19

Baca Juga: Sehari Sudah Tercatat 4 Ribu Kematian di India karena Mengidap Virus Corona

Kementerian kesehatan India melaporkan 4.092 orang meninggal dunia selama 24 jam terakhir, sehingga jumlah kematian secara keseluruhan menjadi 242.362 orang.

Kasus-kasus baru naik sebesar 403.738 orang, sehingga totalnya menjadi 22,3 juta orang.

India telah dilanda gelombang kedua Covid-19 dengan kasus dan kematian mencapai rekor tertinggi setiap hari.

Dengan kekurangan oksigen dan tempat tidur akut di banyak rumah sakit dan kamar mayat serta krematorium meluap, para ahli mengatakan jumlah sebenarnya untuk kasus Covid-19 dan korban jiwa bisa jauh lebih tinggi dari data.

Baca Juga: Apel Pasukan Operasi Ketupat Mahakam 2021, Walikota Samarinda Andi Harun Ingatkan Covid-19 di India

Banyak negara bagian India telah memberlakukan penguncian ketat selama sebulan terakhir untuk membendung lonjakan kasus infeksi, sementara yang lain telah mengumumkan pembatasan pergerakan publik dan menutup bioskop, restoran, pub, dan pusat perbelanjaan.

Tetapi tekanan meningkat pada Perdana Menteri Narendra Modi untuk mengumumkan penguncian nasional yang mirip dengan yang diberlakukan selama gelombang pertama tahun lalu.

Rekor 1,57 Juta Kasus Baru Covid-19 Hanya dalam Sepekan

India melaporkan rekor baru kenaikan kasus harian Covid-19 pada Jumat (7/5/2021). India mecatat 414.188 kasus baru pada hari ini.

Maka jumlah total kasus baru selama seminggu ini naik menjadi 1,57 juta, demikian Reuters melansir laporan otoritas Kesehatan India.

Gelombang kedua Covid-19 yang mematikan di India terus melonkak hingga jumlah total kasusnya sekarang mencapai 21,49 juta orang terinfeksi. Infeksi Covid-19 menyebar dari kota-kota yang penuh sesak ke desa-desa pedesaan terpencil yang merupakan rumah bagi hampir 70 persen masyarakat dari 1,3 miliar penduduk di negara itu.

India melaporkan juga kasus kematian akibat Covid-19 dalam 24 jam terakhir sebanyak 3.915, sehingga total kematian menjadi 234.083 orang.

Baca Juga: Tidak Ingin Seperti India, Wagub Kaltara Yansen Tipa Padan Tegaskan Aturan Larangan Mudik

Para ahli medis memperkirakan jumlah real Covid-19 di India adalah lima hingga 10 kali lebih tinggi dari data resmi.

Perdana Menteri Narendra Modi telah banyak dikritik karena tidak bertindak cepat untuk menekan penyebaran gelombang kedua Covid-19, setelah festival keagamaan dan unjuk rasa politik menjadikan puluhan ribu orang menjadi "penyebar super" di India, dalam beberapa minggu terakhir.

Mutasi virus Corona dari India.
Mutasi virus Corona dari India. (shutterstock via Tribunnews)

Pemerintahannya juga telah dikritik karena keterlambatan dalam program vaksinasi, yang menurut para ahli medis adalah satu-satunya harapan India untuk mengendalikan gelombang kedua Covid-19.

Di sisi lain India adalah pembuat vaksin terbesar di dunia, yang kini berjuang untuk menghasilkan dosis yang cukup untuk membendung gelombang Covid-19.

Baca Juga: Tiga Orang ABK Asal India Diisolasi di Samarinda Kini Dipulangkan ke Kapalnya, Satu Masih Dirawat

Modi telah menekankan negara-negara bagian di India harus menjaga tingkat vaksinasi.

Meskipun negara ini telah memberikan setidaknya 157 juta dosis vaksin, tingkat inokulasinya telah turun tajam dalam beberapa hari terakhir.

"Setelah mencapai tingkat sekitar 4 juta sehari, kami sekarang turun menjadi 2,5 juta per hari karena kekurangan vaksin," kata Amartya Lahiri, seorang profesor di University of British Columbia seperti dikutip dalam surat kabar Mint.

"Target 5 juta sehari adalah batas bawah dari target yang harus kita bidik, karena bahkan pada tingkat itu, akan memakan waktu satu tahun bagi kita untuk mendapatkan semua orang menerima dua dosis. Sayangnya, kini situasi sangat suram."

Baca Juga: Lonjakan Kasus di India, Walikota Tarakan Ingatkan Mutasi Varian Covid-19 Sebabkan Gelombang Kedua

Sejauh ini sistem pelayanan kesehatan India runtuh ketika pasien Covid-19 membludak, dengan rumah sakit kehabisan tempat tidur dan oksigen medis.

Kamar mayat dan krematorium tidak dapat menangani jumlah orang mati, dan pemakaman darurat kremasi menyebar di taman dan tempat parkir mobil. (AFP/Reuters/Channel News Asia/Hindustan Times)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Angka Kematian Akibat Covid-19 di India Tembus 250.000 Orang 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Puluhan Mayat Mengapung di Sungai Gangga India Diduga Korban Covid-19, Picu Kemarahan Warga

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved