Berita Internasional Terkini
Konflik Israel dan Palestina PBB Keluarkan Pernyataan Resmi, Kabarnya Amerika Tolak Deklarasi Damai
Konflik Israel dan Palestina PBB keluarkan pernyataan resmi, kabarnya Amerika tolak deklarasi damai.
TRIBUNKALTIM.CO - Perserikatan Bangsa Bangsa ( PBB) keluarkan pernyataan resmi merespon konflik Israel dan Palestina.
Bahkan PBB kabarnya telah melakukan deklarasi untuk mengehentikan segala macam bentuk kekerasan yang dilakukan Israel terhadap bangsa Palestina.
Namun, kabar yang beredar Amerika menolak pernyataan dalam deklarasi PBB baru-baru ini.
Baca juga: KKB Baku Tembak Sama Kopassus di Kawasan Segitiga Hitam, Cek Kondisi Terkini Papua: 2 Teroris Tewas
Amerika Serikat menolak pernyataan Dewan Keamanan ( DK) PBB terkait konflik dan kekerasan yang semakin meningkat antara Israel dan Palestina.
DK PBB kembali mengadakan pertemuan darurat pada Rabu (12/5/2021) waktu setempat untuk membahas konflik Israel dan Palestina.
Dilansir dari AFP, beberapa sumber mengatakan, 14 dari 15 anggota DK PBB setuju untuk mengeluarkan deklarasi bersama untuk meredakan ketegangan yang terjadi antara Israel-Palestina.
Dewan anggota Utusan Khusus PBB untuk Perdamaian Israel-Palestina Tor Wennesland, mengatakan pernyataan DK PBB tersebut mengungkapkan keprihatinan yang mendalam tentang situasi terbaru di Gaza, dan menyerukan penghentian segera permusuhan.
Juga mengungkapkan keprihatinan tentang ketegangan dan kekerasan di Yerusalem Timur, terutama di dalam dan sekitar situs suci.
"Anggota dewan menuntut penghentian segera semua tindakan kekerasan, provokasi, penghasutan dan penghancuran. Mereka menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional dan perlindungan warga sipil," kata Tor Wennesland dikutip dari Anadolu Agency.
Baca juga: Sejak Gibran Rakabuming jadi Walikota Solo, Jan Ethes Selalu Tanya Hal Ini, Cek Jawaban Selvi Ananda
Namun, salah satu sumber lain mengatakan, AS menolak pernyataan itu karena dikatakan tidak akan membantu meredakan ketegangan dan kekerasan yang terjadi antara Israel-Palestina.
Di sisi lain, DK PBB akan kembali menggelar pertemuan paling lambat Jumat (14/5/2021) sebagai upaya mencoba berkontribusi bagi perdamaian, serta agar Dewan Keamanan dapat bersuara dan menyerukan gencatan senjata.
Saat Ini, konflik Israel-Palestina semakin memanas usai pengeboman besar-besaran di Jalur Gaza berlanjut Rabu pagi ketika pasukan Israel melakukan penggerebekan di berbagai lokasi.
Baca juga: Istri Gibran Rakabuming jadi Sorotan di Balai Kota Solo, Begini Keluarga Jokowi Rayakan Lebaran 2021
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan, total korban dari konflik ini sebanyak 56 korban meninggal dunia termasuk 14 anak-anak dan lebih dari 330 korban mengalami luka-luka.
Kerusakan parah di daerah pemukiman di seluruh Gaza juga telah dicatat, termasuk penghancuran beberapa bangunan tempat tinggal bertingkat.
Sementara itu, Militer Israel mengklaim 1.500 roket telah ditembakkan dari Gaza ke lokasi di Israel di mana enam orang Israel telah tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
(*)
Editor: Muhammad Fachri Ramadhani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kronologi-bentrok-berdarah-israel-palestina-di-masjid-al-aqsa-kawasan-sheikh-jarrah-jadi-rebutan.jpg)