Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Berawal dari Kebingungan, Bisnis Hampers BPP kini Hasilkan Puluhan Juta Setiap Bulan

Karena alasan tersebut, akhirnya perempuan lulusan fakultas bisnis Universitas Ciputra Surabaya ini memutuskan untuk mencoba peruntungan melalui bisni

Penulis: Bella Evanglista | Editor: Januar Alamijaya
HO // Instagram HampersBPP
Salah satu contoh Hampers BPP 

Lalu berapa harga yang dipatok oleh Hampers BPP ini? Menurut Cindy, untuk bulan Ramadhan ini ia mengeluarkan dua versi hampers dengan nama Fira dan Zara yang sudah habis terjual sejak April lalu.

"Untuk versi Fira yang dibanderol dengan harga 265 ribu rupiah, di dalamnya terdapat kue kering sagu keju dan nastar, sajadah, tasbih serta tas kecil," terangnya.

Baca juga: Nagita Slavina Bagi-bagi Hampers untuk Karyawan RANS, Dapat Bingkisan, Bonus Uang hingga Handphone

Ia melanjutkan, untuk versi Zara sebenarnya juga memiliki isi yang sama, namun dengan ukuran toples kue yang lebih besar dan terdapat gelas sehingga harga yang dipatok pun lebih tinggi yaitu 325 ribu rupiah.

Selain di hari raya, ia mengatakan bahwa dirinya sering mendapat pesanan dari perusahaan dan acara ulang tahun yang mencakup wilayah Balikpapan, Samarinda, Bontang dan Sangatta.

Untuk meningkatkan kualitas barang dagangannya, Cindy mengaku jika dirinya turun tangan langsung untuk memilih setiap produk yang akan digunakannya.

"Meski mempekerjakan 2 orang karyawan, tapi untuk quality control saya langsung turun tangan. Karena saya ingin barang yang saya jual memang benar-benar sesuai dengan standar yang saya harapkan," jelasnya.

Terkait dengan penjualan selama pandemi, Cindy mengatakan bahwa pandemi tidak terlalu mempengaruhi usahanya.

"Pandemi menciptakan budaya baru, di mana masyarakat jadi cenderung memilih untuk mengirimkan hampers ketimbang berkunjung secara fisik. Budaya seperti ini justru menguntung bisnis hampers," kata Cindy.

Berkaitan dengan hal ini, Cindy mengatakan bahwa hal penting yang perlu dipertimbangkan oleh pelaku bisnis adalah senantiasa update tren terkini.

"Peluang UMKM di Balikpapan sendiri sebenarnya cukup besar, apalagi di tengah kondisi di mana segala sesuatu serba daring. Aktivitas di dunia maya pun semakin tinggi dan ini berdampak pada budaya konsumsi masyarakat," jelas Cindy.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved