Selasa, 9 Juni 2026

Virus Corona

Daftar Wilayah yang Mengalami Kenaikan Kasus Covid-19 Pasca Lebaran 2021

Airlangga Hartarto menyebut penyebaran Virus Corona masih terkendali. Setidaknya ada 15 provinsi di Indonesia yang mengalami kenaikan kasus Covid-19

Tayang:
Pixabay via Tribun Bali
Ilustrasi 15 provinsi di Indonesia yang mengalami kenaikan kasus Covid-19 usia lebaran 

TRIBUNKALTIM.CO - Sejumlah provinsi di Indonesia dikabarkan mengalami kenaikan kasus Covid-19 pasca Lebaran Idul Fitri 2021.

Kenaikan kasus itu dilaporkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Meski demikian Airlangga Hartarto menyebut penyebaran Virus Corona masih terkendali.

Setidaknya ada 15 provinsi di Indonesia yang mengalami kenaikan kasus Covid-19 

Ke 15 provinsi tersebut yakni Aceh, Sumut, Sumbar, Riau Jambi, Babel, Lampung, DKI, Maluku, Banten, NTB, Maluku Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.

"Kalau kita lihat dibandingkan Minggu pertama April kasus Mingguan di pulau Sumatera ada tren meningkat," kata Airlangga usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin, (17/5/2021).

Baca juga: Dinas Kesehatan Berau Sebut, Pemberlakuan Larangan Mudik Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Tidak hanya itu, kata Airlangga, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di sejumlah wilayah, juga ada yang mengalami peningkatan.

Diantaranya di Sumatera Utara 57 persen, riau 52 persen, Kepulauan Riay 49 persen, Sumatera Barat 49 persen, Sumatera Selatan 47 persen , Bangka Belitung 45 persen, Jambi 43 persen, Lampung 38 persen dan Aceh 34 persen.

"Yang di kemayoran relatif sudah rendah itu sekitar 16 persen," katanya.

Secara keseluruhan kasus Covid-19 di Indonesia, kata Airlangga, masih relatif terkendali.

Kasus aktif nasional sebesar 5,2 persen, berada di bawah rata-rata global sebanyak 11,09 persen.

Selain itu angka kesembuhan juga berada di angka 92 persen, di atas rata rata global yakni 86,83 persen, dengan angka kematian 2,8 persen di atas rata rata global 2.07 persen.

"Kasus aktif nasional mengalami penurunan sebesar 48,6 persen dari puncak kasus 5 Februari yang lalu, kasus aktif pengurangannya 795 dalam 1 minggu terakhir sehingga kasus aktif berada dalam kisaran 90.800," pungkas Airlangga.

Hasil Tes Acak, 4.123 Pemudik Positif Covid-19, Pemerintah Khawatir Lonjakan Kasus Usai Lebaran

Hasil tes acak Covid-19 yang dilakukan kepada sejumlah pemudik ditemukan hasil mengejutkan.

Sebanyak 4.123 pemudik dinyatakan positif Covid-19.

Jumlah tersebut lebih dari setengah angka pemudik yang melakukan tes.

Berdasarkan data jumlah penduduk yang dilakukan tes Covid-19 secara random berjumlah 6742 orang

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan terdapat pemudik yang ternyata positif Covid-19 saat dites petugas di pos penyekatan Operasi Ketupat 2021.

Terdapat 4.123 orang pemudik dinyatakan positif Covid-19 dari 6.742 pemudik yang dites secara random.

"Operasi ketupat kemarin jumlah pemudik yang dirandom testing dari 6742, konfirmasi positifnya 4123 orang," ujar Airlangga usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (10/5/2021).

Baca juga: Reaksi Usai Vaksin Covid-19 Menurut Penjelasan Medis, Nyeri dan Pegal pada Lengan

Mereka yang dinyatakan positif Covid-19, kata Airlangga sebagian di antaranya ada yang kemudian di rawat di rumah sakit dan sebagian lainnya menjalani isolasi mandiri.

"Dilakukan isolasi mandiri 1.686 orang dan dirawat 75 orang," katanya.

Aparat kepolisian, kata Airlangga, melakukan penyekatan di 381 lokasi.

Jumlah kendaraan yang telah diperiksa yakni 113.694 unit, dan 41.097 di antaranya diminta putar balik.

"Pelanggaran travel gelap adalah 346 kendaraan," katanya.

104.370 Pemudik Dipaksa Putar Balik di Posko Penyekatan

Setidaknya 104.370 kendaraan yang akan mudik diminta putar balik ke titik awal keberangkatan sejak 5 hari pelaksanaan operasi ketupat mengenai pelarangan mudik lebaran 2021.

Diketahui, penindakan itu berlangsung sejak 6 Mei 2021 hingga 10 Mei 2021. Pemudik diminta untuk putar balik saat melintas di posko penyekatan pelarangan mudik lebaran 2021.

"Kegiatan pencegahan mudik sampai hari ini telah memutarbalikkan kendaraan sebanyak 104.370 kendaraan. Ini bagian aktivitas mudik yang dicegah dalam rangka menangani virus Corona," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta, Senin (10/5/2021).

Ia menyampaikan pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak mudik lebaran di masa pandemi Covid-19.

Pasalnya, pemerintah dan aparat khawatir adanya peningkatan penularan Covid-19 pasca perayaan hari libur lebaran 2021.

"Kita semua bercermin pasca idul Fitri tahun kemarin didapatkan itu meningkat cukup tajam dari masyarakat yang terkonfirmasi virus Corona meningkat 93 persen. Dan tingkat kematian meningkat sampe 63 persen. Kita tidak ingin hal itu terulang kembali pada idul Fitri 2021," ujar dia.

Baca juga: Aturan Baru Penanganan Sebaran Covid-19, Walikota Samarinda Tutup Kawasan Tepian Mahakam Malam Hari

Dia pun mencontohkan kasus tsunami virus Corona yang tengah dialami di India. Polri tak mau kasus tersebut terjadi di Indonesia.

"Juga bercermin dari kasus yang terjadi di India dimana warga gak mematuhi protokol kesehatan secara baik sehingga di India mengalami tsunami Covid-19," jelasnya.

Atas dasar itu, Polri mengimbau agar warga patuh mentaati larangan mudik lebaran pada tahun ini.

"Polri mengimbau masyarakat dapat menyadari yang memiliki keinginan secara pribadi untuk tidak mudik lebaran 2021. Hal ini menjadi bagian bersama-sama melindungi diri terhindar dari Corona di negeri ini," tukas dia.

(*)

Berita tentang Virus Corona

Berita ini telah tayang di Tribunnews dengan judul Ini Daftar 15 Provinsi yang Kasus Covid-19 Aktifnya Meningkat 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved