Berita Nasional Terkini
Keluarga Pemuda yang Tewas Usai Divaksin AstraZeneca Restui Jasad Trio Diotopsi, Ini Alasannya
Keluarga pemuda yang tewas usai divaksin AstraZeneca restui jasad trio di autopsi, ini alasannya
TRIBUNKALTIM.CO - Keluarga pemuda yang tewas usai divaksin AstraZeneca restui jasad Trio Fauqi Virfaus diotopsi.
Hal itu disampaikan kakak kandung korban, Viki kepada wartawan Senin (17/5/2021).
Pihak keluarga menyatakan bersedia jenazah Trio Fauqi Virfaus, pemuda yang meninggal dunia usai divaksin AstraZeneca diotopsi.
Keluarga sudah mengikhlaskan bila jenazah Trio Fauqi Virfaus diangkat kembali dari pusara untuk dilakukan pemeriksaan.
"Bahwa di sini pihak keluarga dengan jelas dan ikhlas bersedia untuk dilakukan otopsi oleh pihak-pihak terkait yang mumpuni dalam hal ini," kata Viki.
Baca juga: Ada 700 Dosis Vaksin AstraZeneca di Kaltara, Dinkes Tunda Kegiatan Vaksinasi untuk TNI
Baca juga: Potret Gigih Anggota KKB Papua, Kena Tembak TNI/Polri Masih Sempat Kabur Bawa AK-47 Rekan yang Tewas
Hal tersebut sudah disampaikan keluarga kepada pihak Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi ( KIPI) saat kunjungan KIPI beserta Dinkes dan Kemenkes ke rumah keluarga Trio hari ini.
Viki mengatakan, pihak Komnas KIPI menyatakan, otopsi akan segera dilakukan.
Namun, Komnas KIPI terlebih dahulu harus melakukan koordinasi.
"Nanti dari pihak puskesmas wilayah Duren Sawit akan segera menghubungi pihak keluarga tentang tanggal dan waktu pelaksanaan (otopsi) hingga berapa lama," kata Viki.
Viki mengungkapkan, dalam pertemuan hari ini, pihak Komnas KIPI juga menanyakan kronologi meninggal dunia Trio.
"Pertemuan hari ini pertama silaturahim, kami didatangi, dikunjungi oleh perwakilan dari Komnas KIPI, Komda DKI, Puskesmas, Dinkes, dan Kemenkes yang membahas tentang masalah kejadian pada almarhum," ungkap Viki. "Tepatnya, spesifiknya, penjelasan tentang kronologi langsung dari pihak keluarga, terutama ibu saya," imbuhnya.
Baca juga: Polemik Reda Sejak Bobby Nasution ke Rumah Gubernur Sumut, Edy Melunak Akui Mantu Jokowi Keluarga
Kronologi Trio divaksinasi pada Rabu (5/5/2021) dan mengembuskan napas terakhir keesokan harinya.
"Berdasarkan keterangan dokter (vaksinnya) adalah vaksin Astra Zeneca dan disuntikkan di Gelora Bung Karno," kata Viki, Senin (10/5/2021), lewat keterangan suara yang diterima Kompas.com. Awalnya, pada Rabu sore, warga Buaran, Duren Sawit, Jakarta Timur, itu pulang selepas kerja.
"Sekitar pukul 16.00 WIB atau 16.30 WIB, adik saya pulang ke rumah, seperti biasa pulang kerjalah," tutur Viki.
Namun, Trio mengeluhkan sesuatu. Trio menceritakan kepada keluarganya bahwa ia baru saja disuntik vaksin.
"Badannya tidak enak. Biasalah ya meriang, demam, terus yang mengejutkan itu sakit kepala yang luar biasa. Sakit kepala yang enggak biasa dia rasakan," lanjut Viki.
Baca juga: Gibran Rakabuming Bagi-Bagi THR ke Warga, Pemberian Selvi Ananda Ditolak Anak Kecil jadi Sorotan
Sementara Vaksinasi AstraZeneca Ibu Trio sempat menawarkan obat analgesik, tetapi Trio menolak lantaran takut.
"Pagi (keesokan) harinya, dia bangun, sahur, dan minta dibuatkan teh. Dia berinteraksi dengan keluarga bahwa kepalanya makin sakit," kata Viki.
Trio sempat meminta adiknya untuk memijat. Namun, demamnya semakin tinggi.
"Sampai dia mengalami shock, kemudian dia langsung jatuh dan dibawa ke rumah sakit," kata Viki.
Mengetahui bahwa Trio baru saja divaksin, pihak rumah sakit sempat menyarankan keluarga agar membawa Trio ke rumah sakit yang lebih besar.
"Tetapi, dengan kondisi itu tidak memungkinkan, sudah panik," tutur Viki.
Baca juga: Kisah Haru Gading Penyandang Disabilitas, Dapat Motor Listrik Langsung dari Mensos Risma Buat Usaha
Akhirnya, ada dokter yang memeriksa denyut nadi dan mata Trio.
"Ditempel alat dan dinyatakan adik saya sudah meninggal dunia. Tepatnya pukul 12.30 WIB, hari Kamis," kata Viki.
Saat ini, pihak keluarga masih menunggu penjelasan dari pihak berwenang soal meninggalnya Trio.
Menanggapi kasus ini, Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Hindra Irawan Satari mengatakan, pihaknya belum mendapatkan cukup bukti untuk mengaitkan meninggalnya pemuda asal Jakarta itu dengan vaksinasi Covid-19.
“Komnas bersama Komda DKI sudah audit bersama pada Jumat yang lalu, dan internal Komnas kemarin sore menyimpulkan bahwa belum cukup bukti untuk mengaitkan KIPI ini dengan imunisasi. Oleh karena itu, masih perlu dilakukan investigasi lebih lanjut,” kata Hindra, dikutip dari laman resmi Kemenkes RI, Senin (10/5/2021)
(*)
Editor : Muhammad Fachri Ramadhani
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Keluarga Pria yang Meninggal Usai Disuntik Vaksin AstraZeneca Bersedia Jenazah Diotopsi"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi-vaksin-astrazeneca-97767987.jpg)