Lebaran Idul Fitri 2021

Larangan Mudik Sampai Kapan? Masih Berlaku hingga Hari Ini 17 Mei 2021, SIKM & Pengetatan Perjalanan

Larangan mudik sampai kapan? Pertanyaan yang banyak ditanyakan terkait aturan larangan mudik lebaran 2021.

TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Selama larangan mudik suasana Terminal Bus Kota Bontang tampak sepi penumpang 

TRIBUNKALTIM.CO - Larangan mudik sampai kapan? Pertanyaan yang banyak ditanyakan terkait aturan larangan mudik lebaran 2021.

Larangan mudik masih berlaku hingga hari ini, Senin 17 Mei 2021.

Surat Izin Keluar/ Masuk (SIKM) dan pengetatan perjalanan pun masih tetap dilakukan.

Masyarakat yang akan keluar masuk wilayah Jakarta sudah tidak perlu lagi membawa surat izin keluar/masuk (SIKM), mulai hari ini, Senin (17/5/2021).

Hal ini sesuai dengan masa larangan mudik yang akan pada 6-17 Mei 2021.

Baca juga: Mudik Dilarang, Warga Pilih Liburan ke Pantai Amal, Binalatung Beach di Hari Terakhir Libur Lebaran

Dilansir dari Tribunnews.com, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, SIKM sudah tidak diperlukan lagi hari ini.

"SIKM berlaku untuk pelaku perjalanan perorangan Sampai tanggal 17 Mei 2021," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo.

Ketentuan masa berlaku SIKM memang diatur hanya pada masa larangan mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021.

Ketentuan itu termuat dalam Keputusan Gubernur Nomor 569 Tahun 2021 yang diteken Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Selasa (4/5/2021) lalu.

Meski demikian, Syafrin memastikan bahwa para pendatang yang kembali ke DKI Jakarta harus melampirkan keterangan negatif Covid-19 berdasarkan hasil tes.

Baca juga: Tunda Mudik tapi Jangan Tunda Rawat Motor Matic Kamu, Ini Tips dari Astra Motor Kaltim 1

Ketentuan tersebut juga berlaku bagi pelaku perjalanan menggunakan kendaraan pribadi, untuk ditunjukkan kepada para petugas di pos penyekatan.

Sebelumnya, Polri memastikan akan memperpanjang sanksi putar balik kendaraan pemudik hingga 24 Mei 2021.

Warga yang Kembali ke Jakarta Usai Mudik Kepala Bagian Ops Korlantas Polri Kombes Rudy Antariksawan menyebutkan, hal ini akan dilakukan meski Operasi Ketupat 2021 direncanakan berakhir pada akhir pekan ini dan tidak berlaku lagi pada Senin (17/5/2021).

Ia mengatakan, Operasi Ketupat akan dilanjutkan dengan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).

"Operasi Ketupat selesai 17 Mei 2021. Dilanjutkan KRYD sampai tanggal 24 Mei 2021," kata Rudy, seperti dikutip Tribunnews.com, Jumat (14/5/2021).

Baca juga: Cegah Penularan Covid-19 saat Arus Mudik, Pelabuhan Kayan II Akan Gelar Test Swab Antigen

Hari Ini Masih Berlaku SIKM

Sementara itu, dilansir dari Kompas.com, Kebijakan larangan mudik masih berlaku hingga hari ini, Senin (17/5/2021), setelah di mulai sejak 6 Mei 2021 lalu.

Itu artinya aturan pada periode larangan mudik masih berlaku meski libur Lebaran tahun ini telah selesai.

Semua pergerakan moda transportasi darat, laut, udara, dan kereta pun tetap dibatasi.

Pos pemeriksaan dan penyekatan masih diadakan untuk mengecek syarat bagi pelaku perjalanan yang dikecualikan pada masa larangan mudik.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Satgas Nomor 13 Tahun 2021 dari Satgas Penanganan Covid-19 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

Selain itu diatur pula dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 H/Tahun 2021 Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati beberapa waktu lalu sempat mengingatkan bahwa larangan mudik Lebaran masih berlaku hingga 17 Mei 2021.

Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat untuk membatasi perjalanan.

"Kami sekali lagi mengingatkan kepada seluruh anggota masyarakat, bahwa sesuai SE 13/2021 dan Permenhub 13/2021, masih berlaku ketentuan peniadaan mudik sampai 17 Mei 2021.

Jadi semua ketentuan yang ada di aturan-aturan tadi masih berlaku, yakni kegiatan mudik tetap dilarang dan dilakukan pembatasan aktivitas masyarakat, termasuk pembatasan transportasi," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual pada Kamis (13/5/2021) lalu.

Adapun berdasarkan beleid tersebut, memang diatur pula pengecualian bagi masyarakat dengan tujuan khusus atau mendesak untuk melakukan perjalanan lintas daerah saat masa larangan.

Baca juga: Gegara Larangan Mudik, Jeni Sekeluarga Memilih Berwisata ke Pantai Ecing Nunukan

Tetapi perjalanan itu wajib dilengkapi surat izin keluar masuk (SIKM).

Kelompok masyarakat yang masih diperbolehkan melakukan perjalanan saat masa larangan yakni yang memiliki kepentingan pekerjaan atau perjalanan dinas.

Ini berlaku bagi ASN, pegawai BUMN/BUMD, Polri, TNI, dan pegawai swasta.

Selain itu, diperbolehkan pula bagi ibu hamil yang membutuhkan pelayanan kesehatan dengan pendampingan maksimal 1 orang dan bagi ibu bersalin dengan pendampingan maksimal 2 orang.

Serta ada pengecualian bagi orang dengan keperluan mendesak, seperti kunjungan keluarga yang sakit atau kunjungan duka anggota keluarga yang meninggal dunia.

Pengecualian diberlakukan pula bagi pelayanan kesehatan darurat dan layanan distribusi logistik.

Kelompok masyarakat yang diperbolehkan melakukan perjalanan tersebut, wajib membawa SIKM selama perjalanan.

SIKM ini berlaku hanya untuk sekali perjalanan pergi-pulang lintas daerah.

Merujuk pada SE 13/2021 yang diterbitkan Satgas Penanganan Covid-19, SIKM wajib ditandatangani oleh pejabat setingkat Eselon II, khusus bagi pegawai pemerintahan/ASN, BUMN, BUMD, TNI, dan Polri.

Lalu khusus bagi pegawai swasta ditandatangani oleh pemimpin perusahaan, serta bagi masyarakat umum ditandatangani oleh kepala desa atau lurah.

Bagi kelompok masyarakat umum, SIKM ini diterbitkan oleh masing-masing daerah sesuai dengan domisili pemohon.

Artinya, SIKM bisa diterbitkan mulai dari tingkat kantor desa atau kelurahan.

Selain SIKM, pelaku perjalanan juga diwajibkan memiliki surat keterangan negatif Covid-19 dari hasil tes RT-PCR yang sampelnya diambil maksimal 3×24 jam, atau hasil rapid test antigen/tes GeNose C19 yang sampelnya diambil maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan.

Ini berlaku untuk seluruh moda transportasi baik darat, kereta api, laut, dan udara.

Baca juga: Berikut Ini Bandar Udara di Indonesia yang Solid Menerapkan Kebijakan Larangan Mudik Lebaran

Menhub Sebut Larangan Mudik Selesai

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan, meksi larangan mudik Lebaran 2021 berakhir pada Senin (17/5/2021), namun pihaknya akan tetap memberlakukan pengetatan perjalanan masyarakat.

Pengetatan perjalanan itu, imbuh dia, akan dilakukan di titik-titik tertentu.

“Mengingat bahwa peniadaan mudik itu berakhir pada esok hari (17/5/2021), dan lusa itu tidak ada lagi peniadaan mudik, tapi kita tetap mengadakan pengetatan”, ungkap Menhub Budi seperti dilansir dari Kompas.tv, Minggu (16/5/2021).

Ia menuturkan, dirinya telah menginstruksikan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Darat untuk melakukan persiapan pengetatan perjalanan bersama Korps Lalu Lintas Polri.

Sebab, ia menilai, masih banyak masyarakat yang belum kembali ke domisilinya masing-masing.

Baca juga: Siap-siap! Polisi Akan Datangi Rumah Warga yang Lolos Mudik Lebaran 2021, Siapkan Berkas-berkas Ini

“Saya menugaskan Dirjen Hubungan Darat untuk melakuakan koordinasi dengan Kakorlantas, apa saja yang akan diambil, karena masih banyak masyarakat yang berada di luar daerah”, tuturnya.

Lebih lanjut, Menhub menekankan perlunya hasil tes negatif Covid-19 bagi para pelaku perjalanan pada masa pengetatan perjalanan.

Ia mengimbau masyarakat untuk melakukan tes antigen sebelum melakukan perjalanan balik ke tempat tinggalnya.

“Kami menyarankan agar masing-masing yang akan bergerak dari kota asalnya, menuju tempat mereka kerja atau tempat mereka tempat tinggal, mengadakan pemeriksaan pemeriksaan diri antigen di kota asal”, ucapnya.

(TribunnewsBogor.com/Kompas.com/Tribunnews.com)

Berita tentang Mudik Lebaran Lainnya

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Larangan Mudik Masih Berlaku sampai Hari Ini, SIKM dan Pengetatan Perjalanan Tetap Dilakukan

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved