Breaking News:

Banjir di Berau

Banjir di Berau, Hanya Rugi Benih, Kampung Tumbit Melayu Sudah Melewati Masa Panen

Kawasan ladang pertanian Kampung Tumbit Melayu Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.

TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Lahan pertanian Tumbit Melayu tidak sepenuhnya terendam banjir dari total 160 hektar luasan lahan, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.  

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Kawasan ladang pertanian Kampung Tumbit Melayu Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur yang ikut terendam banjir menelan kerugian benih sebesar Rp 115 juta.

Demikian dibeberkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kab Berau, Mustakim, menjelaskan banjir tahunan itu sudah beberapa kali mengakibatkan lahan pertanian di Tumbit Melayu.

Luasan lahan pertanian di Tumbit Melayu itu sebesar 160 hektar. Fokus mereka saat ini memang berada di Tumbit Melayu, sebagai kawasan pertanian.

“Tapi tidak semua lahan pertanian tergenang, namun ya tidak sedikit juga,” ungkapnya kepada Tribun Kaltim, Selasa (18/5/2021).

Baca Juga: NEWS VIDEO 15 Kampung Terdampak Banjir di Berau

Baca Juga: Ribuan Kepala Keluarga di Berau Masih Terkena Dampak Banjir

Lanjutnya, kerugian tersebut tidak begitu berpengaruh pada produksi tahunan, lantaran lahan yang terendam banjir sudah melewati masa panen pertama. Saat ini yang terdampak adalah pertanian palawija.

Untuk penanganan pasca banjir pihaknya sudah mengantisipasi banjir tahunan ini.

Mustakim menegaskan untuk Distanak tidak fokus pada pemberian sembako, melainkan penggantian bibit yang sudah ditanam.

Bibit tersebut berasal dari stok mereka yang tersedia, meskipun per satu hektar belum bisa diketahui berapa pemberiannya, akan dilakukan pendataan kembali.

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved