Breaking News:

News Video

NEWS VIDEO Sikap Amerika Respon Konflik Israel dan Palestina Buat China Berang

Sikap Amerika Serikat respon konflik Israel dan Palestina buat China berang, AS dituding hambat perdamaian.

Editor: Djohan Nur

Ketegangan Israel dan Palestina makin menjadi-jadi.

Militer Israel tak hanya menyerah pejuang Palestina atau kelompok Hamas.

Terbaru militer Israel mengarahkan serangannya ke kantor berita yang berada di Jalur Gaza

Ya, kantor media Al Jazeera dan Associated Press jadi korban pemboman militer Israel.

Beberapa kisah dramatis terungkap, salah satunya saat seorang jurnalis bernegoisasi dengan intelejen Israel sebelum pemboman kantor media tersebut.

Tanpa ampun, militer Israel tak menggubris permohonan jurnalis yang meminta tenggat waktu untuk evakuasi sebelum bom menghancurkan tempat penghidupannya.

Kabarnya, Israel berdalih kantor berita tersebut jadi markas kelompok Hamas, sebab itu mereka melancarkan serangan ke kantor berita di Jalur Gaza.

Kendati demikian klain Israel belum ada bukti yang bisa dipertanggungjawabkan.

Berikut kisah dramatis negoisasi jurnalis dengan intelejen Israel sebelum kantor media Al Jazeera dan Associated Press dibom.

Cek selengkapnya dalam artikel ini, yang melansir dari berbagai sumber.

Baca juga: KEKUATAN Pasukan AL Qasam Pejuang Palestina Penghancur Israel, Militer Hamas Punya 30 Ribu Prajurit

Baca juga: Potret Gigih Anggota KKB Papua, Kena Tembak TNI/Polri Masih Sempat Kabur Bawa AK-47 Rekan yang Tewas

Gedung menara Al Jalaa, gedung berlantai 11 di Jalur Gaza, yang jadi pusat kegiatan jaringan media Al Jazeera dan kantor berita Associated Press dibombardir hingga hancur oleh Militer Israel Sabtu (15/5/2021).

Video pengeboman tersiar luas, sangat dramatis.

Dua sayap bangunan rontok dalam beberapa detik setelah bom menghantam dasar gedung yang lampunya masih tampak menyala.

Israel mengklaim gedung itu jadi target militer yang sah karena dijadikan pusat pengumpulan intelijen dan tujuan lain oleh kelompok Hamas yang mengontrol Jalur Gaza.

Pengeboman berlangsung terencana, terkoordinasi, dan satu jam sebelum bom-bom berledakan, intelijen Israel telah memberitahu seisi gedung dan pemiliknya.

Kantor berita Associated Press yang berpusat di AS, dan Al Jazeera yang bermarkas di Doha, Qatar, mengeluarkan pernyataan bersama mengutuk pemboman itu.

Presiden dan CEO AP Gary Pruitt mengatakan mereka merasa terkejut dan ngeri militer Israel menargetkan dan menghancurkan gedung itu.

Sebab, kata Gary Pruitt, dikutip dari Aljazeera, Minggu (16/5/2021), Israel telah lama tahu kantor biro mereka ada di gedung itu.

"Kami akan cari tahu dari pemerintah Israel dan Departemen Luar Negeri AS untuk mencoba mempelajari masalah ini lebih lanjut," katanya.

Pruitt mengakui, biro menerima peringatan sejam sebelumnya dari Israel, dan meminta mereka mengevakuasi diri dari gedung.

“Selusin jurnalis AP dan freelancer berada di dalam gedung dan untungnya kami bisa mengevakuasi mereka tepat waktu,” pungkasnya.

Baca juga: NEWS VIDEO Komunikasi dengan Negara Lain, Jokowi: Agresi Israel ke Palestina Harus Dihentikan

Baca juga: Polemik Reda Sejak Bobby Nasution ke Rumah Gubernur Sumut, Edy Melunak Akui Mantu Jokowi Keluarga

Sementara Al Jazeera menuduh pemerintah Israel mencoba membungkam media yang menyaksikan, mendokumentasikan, dan melaporkan apa yang terjadi di Gaza.

"Ini adalah kejahatan di antara serangkaian kejahatan yang dilakukan tentara Israel di Jalur Gaza," kata Kepala Biro Al Jazeera Yerusalem, Walid al-Omari.

Setelah pemboman menara, seorang pembawa berita Al Jazeera edisi bahasa Inggris menyatakan tetap mengudara.

“Saluran ini tidak akan dibungkam. Al Jazeera tidak akan dibungkam," katanya.

(*)

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul China Berang, AS Blokir Upaya DK PBB Akhiri Pertumpahan Darah di Jalur Gaza,

Berita tentang Israel

Berita tentang Palestina

Berita Video

Editor: Jojo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved