Banjir di Malinau
Wagub Kaltara Sebut Banjir di Malinau Tak Kalah Parah dengan Jakarta, Minta Pusat Turun Tangan
Banjir yang melanda beberapa kecamatan di Malinau disebut sebagai bencana banjir terbesar yang pernah terjadi dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.
Penulis: Maulana Ilhami Fawdi |
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR– Banjir yang melanda beberapa kecamatan di Malinau disebut sebagai bencana banjir terbesar yang pernah terjadi dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.
Menurut Wakil Gubernur Kaltara, Yansen Tipa Padan bencana banjir kali ini tidak kalah parahnya dengan banjir yang sering terjadi di Jakarta.
Sehingga pihaknya berharap, bencana banjir di Malinau juga mendapat perhatian dari pemerintah pusat.
“Untuk banjir di Malinau, waktu saya dulu masih bupati memang pernah juga parah, tapi tidak separah ini, ini cukup parah sekali,” ujar Wagub Kaltara, Yansen Tipa Padan, Selasa (18/5/2021).
“Kondisi Malinau ini sebenarnya tidak kalah dengan banjir di Jakarta yang sering kita lihat di media, tapi jarang terekspose. Kita harap ini jadi perhatian pusat juga, jangan semua-semua diserahkan kepada daerah,” tambahnya.
Baca juga: Korban Banjir di Mentarang Malinau Masih Ngungsi, BPBD Sebut Ini Terbesar dalam 20 Tahun Terakhir
Mantan Bupati Malinau dua periode ini mengatakan, banjir yang terjadi di Malinau berdampak pada setidaknya enam kecamatan, termasuk wilayah Malinau Kota.
“Ada enam daerah yang terdampak Mentarang Hulu, Mentarang, Mentarang Barat Malinau Kota, Malinau Utara dan Sungai Tubu. Sampai di Malinau Kota itu parah, dulu juga parah tapi tidak seberat ini,” tuturnya.
Dia mengatakan pihak Pemprov telah turun tangan membantu Pemkab Malinau mengatasi persoalan banjir.
“Kemarin Pak Gubernur sudah turun dan memberikan bantuan, sekarang kita masih melakukan pendataan mengenai kerugian dan kerusakan,” katanya.
Yansen Tipa Padan berpesan kepada Bupati Malinau Wempi Wellem Mawa, agar terus mengingatkan warganya untuk tidak mendirikan rumah secara sembarangan, khususnya di wilayah tepian sungai.
Baca juga: Banjir Juga Melanda Kampung Tumbit Melayu Berau, Ketersediaan Air Bersih Jadi Keluhan Warga
“Bencana alam seperti banjir kan sudah dari dulu terjadi, tapi orang yang dulu masih bisa menghadapi, kalau sekarang orang banyak yang sembarangan dirikan rumah. Makanya kami minta bupati agar mengingatkan warganya tidak mendirikan rumah sembarangan di pinggir,” ujar Yansen Tipa Padan.
Dia berpesan agar masyarakat tetap mewaspadai bencana hidrometeorologis yang terjadi di Kaltara memasuki masa musim pancaroba.
“Kami berharap banjir segera surut, meskipun potensi hujan masih akan terus terjadi. Karena ini masa pancaroba, sekarang ini tidak hanya banjir saja, tapi angin kencang juga longsor, jadi kita harus hati-hati, kita harus waspada semua,” tuturnya.
Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Rahmad Taufiq
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/wagub-kaltara-yansen-tipa-padan-mengungkapkan-tribunkaltaracomrahino-ps.jpg)