Breaking News:

Isradi Zainal Jadi Pembicara Kesehatan, Ungkap Tren Penurunan Covid dan Strategi Pemulihan Ekonomi

Ikatan Apoteker Indonesia PC Balikpapan menggelar webinar tentang Perkembangan Covid-19 Terkini dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Mendukung Percepatan

HO
Webinar tentang Perkembangan Covid-19 Terkini dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Mendukung Percepatan Pemulihan Ekonomi yang digelar Ikatan Apoteker Indonesia PC Balikpapan, Minggu (23/5). 

TRIBUNKALTIM.CO - Ikatan Apoteker Indonesia PC Balikpapan menggelar webinar tentang Perkembangan Covid-19 Terkini dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Mendukung Percepatan Pemulihan Ekonomi, Minggu (23/5).

Dalam webinar itu, hadir pula vaksinolog pertama di Indonesia dan termuda di dunia,dr Dirga Sakti Rambe bersama Guru Besar FF UGM, Prof. Dr. apt Zullies Ikawati serta Rektor Universitas Balikpapan yang juga Ketua Komisi II DK3N Pengarah Relawan Covid-19 Balikpapan, Dr Isradi Zainal dengan membawakan materi tren penurunan kasus Covid-19 dan Strategi Pemulihan Ekonomi Indonesia.

Baca juga: Rektor Uniba Ajak FDTI, PII, LAMTEK dan Forum Rektor Doakan Palestina

Menurut Isradi Zainal, Covid-19 atau Corona Virus Disease 2019 muncul pertama kali di Kota Hubei, Provinsi Wuhan, Tiongkok.

Covid merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARSCoV-2), yang mana pada Januari 2020 dinyatakan sebagai darurat kesehatan global dan 11 Maret 2020 dinyatakan sebagai pandemi.

Ada lima level pecegahannya, yakni health promotion (promosi kesehatan), specific protection (perlindungan khusus), early diagnosis & prompt treatment (diagnosis dini dan pengobatan segera), disability limitation (pembatasan cacat), dan terakhir adalah rehabilitation (rehabilitasi).

"Melaksanakan kampanye untuk meningkatkan pengetahuan karyawan tentang pandemi covid-19 dan cara mencegah penularannya. Memberikan makanan bergizi seimbang, vitamin atau suplemen, juga memakai masker, hand sanitizer, membudayakan pola hidup bersih dan sehat pada setiap karyawan, dan lainnya," kata Isradi.

Baca juga: PLN UIP Kalbagtim Gandeng Uniba, Implementasikan Awareness K3

Selain itu, melakukan pengawasan terhadap karyawan berisiko tinggi baik karena faktor pekerjaan, usia, maupun riwayat penyakit penyerta atau komorbiditas.

"Menugaskan para medis di masing-masing perusahaan untuk melakukan kegiatan lebih proaktif kepada seluruh karyawan serta menyediakan sarana pelayanan kesehatan, termasuk di dalamnya peralatan dan alat pelindung diri, ruang karantina, dan ruang isolasi untuk perawatan karyawan yang terpapar atau dalampemantauan," ungkapnya. (dha)

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Diah Anggraeni
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved