Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Hero Group Tutup Seluruh Giant Juli 2021, Fokus ke IKEA, Hero Supermarket, Guardian, Nasib Karyawan?

Hero group tutup seluruh Giant Juli 2021, bakal fokus ke IKEA, Hero Supermarket dan Guardian, bagaimana nasib manajemen dan karyawan?

Editor: Amalia Husnul Arofiati
Kontan.co.id/Baihaki
Ilustrasi. Konsumen berbelanja di Giant, Margocity, Depok, Rabu (3/2) lalu. Hero Group bakal tutup seluruh Giant bulan Juli 2021 untuk lebih fokus ke IKEA, Hero Supermarket dan Guardian, bagaimana nasib manajemen dan karyawan. 

TRIBUNKALTIM.CO - Hero Group bakal tutup seluruh Giant bulan Juli 2021 untuk lebih fokus ke IKEA, Hero Supermarket dan Guardian, bagaimana nasib manajemen dan karyawan.

PT Hero Supermarket Tbk (HERO) pemilik seluruh gerai supermarket Giant akan menutup seluruh gerai Giant pada Juli 2021.

Penutupan seluruh gerai Giant tersebut lantaran Hero bakal fokus ke IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket. 

Diketahui, IKEA adalah fokus baru Hero Group.

Dan rencananya, lima gerai Giant bakal diubah menjadi IKEA

Dalam siaran persnya, Selasa 25 Mei 2021, Presiden Direktur PT Hero Supermarket Tbk, Patrik Lindvall,  mengatakan, penutupan gerai Giant ini merupakan bagian strategi bisnis perusahaan untuk memfokuskan bisnisnya ke merek dagang IKEA, Guardian dan Hero Supermarket yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan Giant.

Baca juga: Berikut Pemegang Saham Terbesar dari GoTo, Bukan Perusahaan Indonesia

“Kami sangat berterima kasih kepada karyawan kami, pelanggan kami, serta mitra bisnis kami yang telah mendukung bisnis Giant selama ini," ujarnya dalam keterangan tertulis tersebut seperti dikutip TribunKaltim.co dari kontan.co.id.

Patrik memastikan bahwa proses komunikasi dengan seluruh karyawan yang terdampak perubahan ini akan berlangsung dengan penuh empati dan rasa hormat. 

"Kami juga akan memastikan proses yang adil bagi seluruh mitra bisnis kami.

Keputusan besar seperti ini tidaklah mudah, tetapi kami percaya keputusan ini perlu diambil untuk kepentingan jangka panjang Hero dan para karyawan kami yang berada di bawah naungan perusahaan,” terangnya.

Patrik melanjutkan, seperti bisnis mumpuni lainnya, pihaknya terus beradaptasi terhadap dinamika pasar dan tren pelanggan yang terus berubah, termasuk menurunnya popularitas format hypermarket dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia; sebuah tren yang juga terlihat di pasar global. 

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved