Breaking News:

Kesehatan

Ternyata Tidak Semuanya Benar, Ini Penjelasan Lengkap Mitos-mitos Tentang Telur

Ternyata tidak semuanya benar, Ini Penjelasan Lengkap mitos - mitos Tentang telur

Editor: Nur Pratama
yogyatelur
Ilustrasi Telur 

MITOS 5 : Bercak darah pada telur adalah tanda pembuahan

Titik kecil darah pada kuning telur bukanlah tanda bahwa telur telah dibuahi dan suatu saat akan menetas menjadi seekor ayam.

Bintik merah ini biasanya merupakan tanda pembuluh darah pecah yang mungkin terjadi saat telur terbentuk di dalam ayam betina.

Bintik-bintik ini jarang terjadi dan juga bisa disebabkan oleh genetik ayam atau kekurangan vitamin A.

Untungnya, menurut USDA, bercak darah ini tidak berarti telur tidak aman untuk dimakan, tetapi pastikan kamu memasaknya dengan benar.

MITOS 6 : Tidak aman makan telur melewati tanggal penjualan yang tertera

Sebagian besar karton di toko bahan makanan memiliki cap tanggal jual dan meskipun kamu harus membeli telur sebelum tanggal jual.

Hal itu bukan saat yang tepat telur akan membusuk.

Karton juga memiliki tanggal kemasan, yaitu angka tiga digit yang dapat membantumu mengetahui seberapa segar telur yang kamu beli sebenarnya.

Angka-angka ini ditulis sebagai tanggal Julian, yang berarti karton dengan "001" dikemas pada tanggal 1 Januari, dan kontainer bertanda "365" dikemas pada tanggal 31 Desember.

Biasanya, jika telah disimpan di lemari es, telur akan aman dimakan selama empat hingga lima minggu setelah tanggal kemasan, meskipun rasanya tidak segar.

Konon, jika telur memiliki bau belerang atau busuk, buang saja.

Jika kamu benar-benar ingin memastikan telur tidak apa-apa untuk dimakan, kamu dapat mengujinya dengan memasukkannya ke dalam segelas air bersuhu ruangan.

Telur yang cukup segar akan tenggelam.

Jika mengapung ke atas, kemungkinan besar akan segera membusuk.

MITOS 7 : Tali putih kecil yang menempel pada kuning telur harus dilepas sebelum dimasak

Terkadang saat kamu memecahkan telur, kamu mungkin melihat benda kecil berwarna putih seperti tali yang menempel di kuning telurnya.

Untaian putih ini disebut "chalazae" dan membantu menahan kuning telur di tempatnya, menjaganya tetap di tengah telur.

Layaknya kuning telur, senar ini dianggap aman disantap saat dimasak dengan benar.

Selain itu, jika dibiarkan, umumnya tidak akan memengaruhi hasil makananmu.

MITOS 8 : Telur kecil selalu dari ayam kecil dan telur besar selalu dari yang besar

Ini mungkin benar, tetapi tidak selalu demikian.

Beberapa variabel terbesar yang membantu menentukan seberapa besar telur ayam nantinya adalah usia dan pola makan hewan tersebut.

Biasanya, ayam yang lebih tua bertelur lebih besar.

Variabel lain yang membantu menentukan ukuran telur ayam juga dapat mencakup bobot hewan, lingkungan (ayam yang merasa berdesakan sering menghasilkan telur yang lebih kecil), dan jenisnya.

Artikel ini telah tayang di TribunStyle.com dengan judul : Bikin Salah Kaprah, 8 Mitos Tentang Telur Ini Tak Perlu Kamu Percayai

Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved