Berita Kukar Terkini

Air Sungai di Kukar Pasang, Kadishub Minta Kapal Kurangi Kecepatan Saat Melintas di Permukiman

Pasang naik air sungai membuat jarak air sungai dengan permukiman warga semakin dekat. Air berpotensi naik dampak dari gelombang kapal.

Penulis: Aris Joni | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, ARIS JONI
Suasana bongkar muat kapal di Pelabuhan Tenggarong, TRIBUNKALTIM.CO, ARIS JONI 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Pasang naik air sungai membuat jarak air sungai dengan permukiman warga semakin dekat. Air berpotensi naik dampak dari gelombang kapal.

Hal itu membuat pemerintah kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berupaya untuk mengantisipasi potensi air sungai masuk ke permukiman warga, salah satunya dampak dari gelombang kapal-kapal yang melintas.

Kepala Dinas Perhubungan atau Dishub Kukar, Heldiansyah meminta kapal yang melintas di Sungai Mahakam agar tidak melintas dengan kecepatan tinggi.

Pasalnya, hal tersebut dapat berdampak pada naiknya air ke permukiman warga.

Baca juga: Hujan Deras dan Air Pasang, Belasan Rumah di Kelurahan Petung Terendam Banjir

“Kalau terlalu laju nanti gelombangnya bisa masuk ke rumah warga yang ada di pinggir sungai,” ujarnya.

Ia menjelaskan, naiknya air sungai dikarenakan sudah memasuki musim pasang yang memang biasanya terjadi setiap tahun. Bahkan, sebagian masyarakat yang tinggal di pinggiran Sungai Mahakam berpotensi mengalami kebanjiran.

Heldi menjelaskan, bahwa tidak ada batasan atau jarak tertentu untuk kapal agar tidak melintas mendekati pemukiman, namun dirinya mengimbau agar kapal tidak terlalu laju saat melintas.

“Kami juga akan mengimbau di pelabuhan agar memberikan keterangan sehingga kapal-kapal yang melintas bisa melihat dan paham,” tuturnya.

Heldi juga memperkirakan, tinggi pasang air sungai biasanya mengalir dari hulu ke hilir, dan saat ini ia berpendapat tinggi air sungai masih berada di wilayah Kota Bangun.

Baca juga: Diduga Air Pasang, Mobil Terseret hingga Hampir Tengah Laut saat Berada di Pantai Swadaya Balikpapan

Air pasang sempat melalui Kembang Janggut dan Kenohan yang mengakibatkan banjir di dua kecamatan tersebut.

Tapi banjir di Kembang Janggut sudah terpantau surut perlahan, saat ini masih di wilayah Kenohan,” pungkasnya.

Sementara ucap dia, di wilayah Tenggarong juga sudah mulai terlihat air cukup tinggi dan pasang.

“Jadi sekali lagi saya imbau kapal yang melintau untukmengontrol kecepatannya, sehingga gelombangnya tidak masuk dan menghempas ke rumah warga,” tuturnya.

Berita tentang Kukar

Penulis: Aris Joni | Editor: Mathias Masan Ola

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved