Sabtu, 25 April 2026

Liga Champions

Hasil Final Liga Champions Manchester City vs Chelsea, Live Streaming SCTV

Hasil final Liga Champions Manchester City vs Chelsea. bisa disaksikan secara langsung di SCTV.

LAURENCE GRIFFITHS / POOL / AFP
Striker Manchester City Argentina Sergio Aguero (tengah) bersaing dengan bek Chelsea dari Denmark Andreas Christensen (kiri) dan gelandang Prancis Chelsea N'Golo Kante (kanan), berikut live streaming final Liga Champions di SCTV 

TRIBUNKALTIM.CO - Pertandingan final Liga Champions  bakal berlangsung Minggu (30/5/2021) dini hari nanti.

Laga ini mempertemukan Manchester City vs Chelsea.  

Hasil final Liga Champions Manchester City vs Chelsea. bisa disaksikan secara langsung di SCTV.

Selain itu pertandingan ini juga bisa ditonton melauli tayangan Live Streaming 

Final Liga Champions antara Manchester City vs Chelsea bakal tersaji di Stadion Dragao, Portugal, Minggu (30/5/2021) dini hari WIB.

Live streaming Manchester City vs Chelsea final Liga Champions dijadwalkan mulai pukul 02.00 WIB, di SCTV dan live streaming Vidio.com melalui channel Liga Champions.

Baca juga: Final Liga Champions 2021 Man City vs Chelsea, Beda Pendapat Tuchel & Guardiola Soal Adu Penalti

Ada berbagai analisis yang menuliskan bagaimana langkah yang seharusnya diterapkan oleh Chelsea untuk mengalahkan Manchester City pada partai final Liga Champions.

Di atas kertas Manchester City lebih diunggulkan untuk merengkuh trofi Liga Champions ketimbang Chelsea.

Kondisi tim hingga motivasi yang tengah membumbung tinggi jadi faktor mengapa The Citizens dalam situasi di atas angin.

Sedangkan bagi Chelsea, meskipun tren permainan mereka tengah meningkat, namun dalam beberapa laga terakhir The Blues mengalami paceklik kemenangan.

Termasuk kalah dari Leicester City di final Piala FA dan keok dari Aston Villa pada pekan pamungkas Liga Inggris.

Meskipun demikian, terdapat sebuah analisis yang menuliskan bahwa Chelsea bisa saja membalikkan prediksi kemenangan untuk Sergio Aguero dkk.

Dilansir dari laman Dailymail, satu di antara syarat utama yang harus dilakukan oleh The Blues berkaitan dengan menodai nama besar seorang Thomas Tuchel.

Tepat sekali, permainan bertahan total bisa menjadi senjata ampuh bagi Chelsea mengalahkan Manchester City.

Skema ini jelas bak mencoreng arang di wajah Thomas Tuchel jika digunakan.

Bagaimana tidak, Thomas Tuchel merupakan pelatih dengan visi permainan ofensif dan terbuka.

Tidak ada kamus bertahan dalam permainan juru taktik asal Jerman ini.

Dapat dikatakan, pertahanan terbaik bagi Tuchel ada penyerangan itu sendiri.

Dengan pertahanan yang kokoh, Chelsea memiliki kesempatan lebih besar untuk memenangkan pertandingan.

Skema tersebut dapat berbuah manis dengan skongan kecepatan yang dimiliki oleh pemain Chelsea.

Counter-attack menjadi senjata simpanan yang dapat digunakan untuk mengejutkan The Citizens.

Perpaduan pertahanan yang solid dengan serangan balik yang mematikan menjadi bom yang bisa menghancurkan mimpi Manchester City meraih treble winners.

Kecepatan pemain yang dimiliki oleh Timo Werner, Hakim Ziyech, Christian Pulisic hingga Mason Mount bisa menjadi malapetaka bagi The Citziens.

Pola permainan Manchester City sejak awal harusnya sudah bisa ditebak, yakni ball possession.

Seperti Tuchel yang mengusung gaya bermain ofensif, Manchester City di bawah asuhan Pep Guardiola juga menerapkan hal serupa.

Kontrol akan pertandingan yang dikombinasikan dengan kecepatan sisi sayap menjadi ciri khas permainan The Citizens saat ini.

Mau tak mau bagi Chelsea untuk dapat membalikkan prediksi kemenangan ialah mengorbankan lapangan tengah mereka.

Pertahanan yang solid menjadi fokus yang lebih diutamakan untuk menahan gempuran serangan Sergio Aguero dan kolega.

Meskipun demikian, skenario ini nampaknya kecil kemungkinan untuk digunakan oleh seorang Thomas Tuchel.

Selain merusak nama besarnya, juga menodai filosofi yang ia usung sebagai juru taktik penganut gaya bermain menyerang.

Baca juga: Final Liga Champions Man City Unggul Statistik Ketimbang Chelsea, Tuchel Punya Taktik Bungkam Pep

Prediksi pertandingan

Dilansir dari Kompas.com, Kiper Manchester City, Ederson Moraes, menyebut faktor kunci yang bisa membuat timnya membekuk Chelsea di final Liga Champions.

Jelang laga, Man City dihantui catatan buruk akibat selalu kalah dari Chelsea dalam dua pertemuan sebelumnya.

Man City keok 0-1 dari Chelsea di semifinal Piala FA pada April lalu.

The Citizens masih tak berdaya setelah pasukan Thomas Tuchel kembali meraih kemenangan pada pertemuan kedua di Liga Inggris.

Pada pertemuan awal Mei itu, Sergio Aguero cs kalah 1-2 di Stadion Etihad.

Setelah menelan dua kekalahan tersebut, Ederson Moraes mengajak rekan satu timnya untuk memperbaiki kesalahan demi juara Liga Champions.

Pada saat yang sama, kiper asal Brasil itu turut memberikan apresiasi kepada The Blues yang meningkat pesat di bawah asuhan Thomas Tuchel.

"Saya tidak berpikir ada satu favorit. Hanya dalam satu pertandingan, kemungkinan menang 50:50. Kedua tim sangat mampu memenangkannya," buka Ederson dikutip Manchester Evening News.

"Saya pikir ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit. Chelsea adalah tim yang hebat, dikelola sangat baik dan punya pemain-pemain yang fantastis."

"Pertandingan ini akan sangat kompetitif dan saya berharap ini menjadi pertandingan yang bagus untuk ditonton oleh para penggemar."

"Saya pikir Frank Lampard memulai proses mereka dan Thomas Tuchel melanjutkannya. Jelas, mereka telah meningkat pesat sejak Tuchel mengambil alih."

"Mereka mencapai final Piala FA dan Liga Champions dan berakhir di empat besar. Jadi, Anda bisa tahu bahwa pekerjaannya membuahkan hasil untuk mereka. Dia melakukan pekerjaan luar biasa."

"Konsistensi pertahanan mereka telah meningkat pesat. Mereka sangat kuat dalam bertahan dan secara ofensif juga berbahaya. Tuchel memiliki pengaruh besar pada pertumbuhan Chelsea."

"Sayangnya, kami kalah pada dua pertemuan terakhir, tapi saya pikir kami bermain bagus secara keseluruhan. Jelas, kami melakukan kesalahan yang tidak bisa terjadi di final, tapi saya pikir tim sudah siap."

Baca juga: CEK Juara Liga Champion 2021, Ini Live Score Hasil Final Liga Champions Manchester City vs Chelsea

Ederson Moraes kemudian menyinggung apa yang perlu dilakukan Man City agar bisa mengalahkan Chelsea.

Menurut dia, rekan-rekannya hanya perlu tampil konsisten seperti yang telah dilakukan beberapa waktu terakhir sehingga dapat menang dan juara Liga Champions.

"Jika tim terus memainkan sepak bola bagus yang telah kami mainkan selama enam bulan terakhir, saya pikir kami memiliki banyak peluang untuk memenangkan pertandingan," jelas Ederson.

"Tentu saja, final Liga Champions adalah cerita yang berbeda. Saya berharap tim dapat fokus dan memainkan permainan yang bagus untuk mendapatkan kemenangan terakhir musim ini," tutur kiper berusia 27 tahun itu.

Sementara itu, Chelsea terancam tampil tanpa kiper utama mereka, Edouard Mendy, pada laga final Liga Champions melawan Manchester City.

Satu pekan menjelang laga tersebut, Chelsea mendapat kabar buruk, yakni Edouard Mendy, mengalami cedera tulang rusuk.

Cedera itu didapatkan Edouard Mendy saat membela Chelsea pada laga pekan ke-38 Liga Inggris melawan Aston Villa, Minggu (23/5/2021).

Cedera tulang rusuk membuat Edouard Mendy ditarik keluar pada jeda babak pertama.

Seusai laga, pelatih Chelsea, Thomas Tuchel, mengakui dirinya sangat khawatir dengan kondisi Edouard Mendy.

Tuchel berharap cedera tulang rusuk Edouard Mendy tidak parah sehingga kiper berusia 29 tahun itu bisa tampil di final Liga Champions.

"Edouard Mendy jatuh di tiang gawang saat mendarat. Tulang rusuknya terluka," kata Tuchel dikutip dari situs Metro.

"Mendy merasakan sakit yang luar biasa di tulang rusuknya. Kami tentu sangat khawatir. Kami sekarang tidak tahu apa dampak dari benturan itu atau apakah cederanya sangat serius," ujar Tuchel.

"Besok (hari ini) kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kami memiliki waktu satu minggu untuk mempersiaokan tim dan melihat apakah Mendy bisa diturunkan atau tidak," tutur Tuchel.

"Jika ada sedikit kemungkinan, kami akan melakukan segalanya agar Mendy bisa mengawal gawang Chelsea di final nanti," ucap pelatih asal Jerman itu menambahkan.

Edouard Mendy is replaced by Kepa at half time after appearing to injure himself in the first half.

Kabar ini tentu menjadi pukulan telak untuk Chelsea. Sebab, Edouard Mendy adalah salah satu kunci keberhasilan Chelsea meraih tiket final Liga Champions.

Dari total 11 penampilan di Liga Champions sejak fase grup, Mendy hanya kebobolan tiga kali dan mencetak delapan clean sheet.

Dikutip dari situs Opta, Mendy kini berstatus kiper tim asal Inggris dengan catatan clean sheet terbanyak dalam satu musim Liga Champions.

Secara keseluruhan, Mendy tercatat mengoleksi 24 clean sheet dan kebobolan 29 kali dari total 43 laga bersama Chelsea musim ini.

Chelsea tentu harus bekerja keras untuk membuat Edouard Mendy pulih lebih cepat.

Sebab, statistik kiper kedua Chelsea, yakni Kepa Arrizabalaga, tidak terlalu baik.

Musim ini, Kepa Arrizabalaga tercatat mendapatkan kesempatan tampil 11 kali di semua kompetisi.

Hasilnya, kiper asal Spanyol tersebut hanya mencetak enam clean sheet dan kebobolan 11 kali.

Sebelum bentrok di final Liga Champions akhir pekan nanti, Chelsea dan Man City tercatat sudah tiga kali bertemu musim ini.

The Blues, julukan Chelsea, sedikit lebih unggul dengan koleksi dua kemenangan dan sekali kalah.

Link Live Streaming Manchester City vs Chelsea

>>>> Klik Link Nonton <<<<

Disclaimer:

Jadwal live streaming sewaktu-waktu bisa berubah

Link live streaming hanya informasi untuk pembaca

TribunKaltim.co tidak bertanggung jawab terhadap kualitas siaran.

(*)

Berita tentang Liga Champions

Berita ini telah tayang di Tribunnews dengan judul JADWAL FINAL Liga Champions Malam Ini, Manchester City vs Chelsea, Link Live Streaming SCTV di Sini 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved