Breaking News:

Gaya Hidup

Akhiri Jabatan sebagai Walikota Balikpapan 2 Periode, Rizal Effendi Bersyukur Bisa Kumpul Keluarga

Akhiri Jabatan sebagai Walikota Balikpapan 2 Periode, Rizal Effendi Bersyukur Bisa Kumpul Keluarga

Penulis: Bella Evanglista | Editor: Trinilo Umardini
HO/DOK PRIBADI
Akhiri Jabatan sebagai Walikota Balikpapan 2 Periode, Rizal Effendi Bersyukur Bisa Kumpul Keluarga. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Akhiri jabatan sebagai Walikota Balikpapan 2 periode, Rizal Effendi bersyukur bisa kumpul bersama keluarga.

Merayakan Hari Keluarga Nasional yang jatuh pada 29 Mei bisa menjadi momen yang sangat berarti bagi Rizal Effendi, Wali Kota Balikpapan, Kalimantan Timur yang akan menyerahkan tampuk pimpinannya kepada Rahmad Mas'ud, Senin (31/5/2021).

Seperti diketahui, Rizal Effendi baru saja mengakhiri masa jabatannya, setelah 15 tahun berkarya di pemerintahan Kota Balikpapan.

Terkait dengan hal ini, Rizal Effendi mengatakan bahwa ini adalah momen yang sangat ia rindukan selama belasan tahun terakhir.

Hal ini lantaran selama menjabat menjadi Wakil Walikota periode 2006-2011 dan Walikota periode 2011-2016, ia hampir tak memiliki waktu untuk berkumpul bersama keluarga.

"Hari biasa lebih banyak saya habiskan untuk bekerja. Di akhir pekan pun terkadang tak memiliki waktu untuk berkumpul, karena saya harus mengikuti undangan atau acara tertentu. Jadi bisa dikatakan bahwa momen ini menjadi sesuatu yang sangat saya syukuri, karena masih memiliki kesempatan berkumpul bersama istri, anak dan cucu," jelas Rizal Effendi.

Beralih ke Yohana Palupi Arita, istri dari Rizal Effendi, ia bercerita bahwa sebagai seorang pendamping yang harus membesarkan anak-anak dalam keluarga yang sibuk bekerja, dirinya sebisa mungkin menumbuhkan pengertian di benak anak-anaknya.

Rizal Effendi bersama keluarga.
Rizal Effendi bersama keluarga. (HO/DOK PRIBADI)

"Saya jelaskan setelah mereka sedikit dewasa dan cukup mengerti, bahwa jika kami tidak bekerja keras, kami tidak akan sampai di titik ini," jelas Arita.

Sedikit bercerita ketika suaminya masih menjadi wartawan di sebuah media, ia sebagai seorang istri dan ibu, juga harus membanting tulang untuk bekerja di dunia perbankan demi menghidupi keluarga.

Rizal Effendi bersama keluarga.
Rizal Effendi bersama keluarga. (HO/DOK PRIBADI)

"Dulu saban pagi, Bapak selalu mengantar kami ke tempat kerja masing-masing. Tapi sebelum berangkat, kami selalu berinteraksi minimal 15-20 menit. Ritme kerja kami memang terbilang sibuk. Jujur, rasanya sedih harus meninggalkan anak-anak. Tapi saya pikir jika tidak begitu, kami tidak akan memiliki rumah. Karena waktu itu rumah kami masih kredit," kenang Arita.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved