Breaking News:

Berita Pemprov Kalimantan Timur

210 Guru Ikuti Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala SMA/SMK/SLB se-Kaltim

Kegiatan selama empat hari itu digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim diikuti 210 guru dari kabupaten dan kota se-Kaltim.

Editor: Achmad Bintoro
HUMASPROV KALTIM/MASDIANSYAH
BERI ARAHAN - Gubernur Kaltim H Isran Noor ketika memberi arahan kepada peserta Seleksi Subtansi. 

BALIKPAPAN - Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor menghadiri sekaligus membuka Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah (CKS) jenjang SMA/SMK/SLB se-Kaltim di Ballroom Swiss-Bellhotel, Balcony City, Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan, Selasa (1/6/2021).

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari itu digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim diikuti 210 guru dari kabupaten dan kota se-Kaltim.

Menurut Gubernur Isran Noor, kegiatan Disdikbud Kaltim ini sangat penting dan strategis bagi guru untuk menambah dan meningkatkan kapasitas, kompetensi dan profesional kerjanya.

Gubernr Kaltim Isran Noor
Gubernr Kaltim Isran Noor (HUMASPROV KALTIM/MASDIANSYAH)

"Guru atau pun kepala sekolah harus berdedikasi, agar mampu memberi teladan sekaligus pengajaran yang mendidik bagi masyarakat, khususnya siswa didiknya," seru Isran Noor.

Seorang kepala sekolah bukan semata mampu bekerja, tapi bagaimana mampu memotivasi siswa didik serta memimpin dan mengelola sekolah yang dipercayakan kepadanya. "Kuncinya, guru kah atau kepala sekolah kah dia, kuncinya kejujuran dan keikhlasan," tegas mantan bupati Kutai Timur ini.

Kalau seseorang, bekerja dengan ikhlas maka pekerjaan yang dilakukannya penuh keberkahan dan yakin tidak akan mendapatkan masalah.

"Guru atau kepala sekolah itu, memiliki ladang. Ya, ladang amal. Selama bekerja dan mengabdikan dirinya, selama itu dihitung amal jariah, sebab membagikan ilmu pengetahuan," ungkap orang nomor satu Benua Etam ini.

Sementara Kepala Disdikbud Kaltim Anwar Sanusi menjelaskan seleksi ini seharusnya dilaksanakan tahun lalu, akibat pandemi Covid-19, maka baru tahun ini bisa dilaksanakan.

"Tahun ini kepala sekolah yang pensiun sekitar 11 orang. Tapi peserta CKS kita sudah ada 210 orang," sebutnya. Ditambahkannya, uji kompetensi bagi 210 calon kepala sekolah ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan manajemen dan pengelolaan sekolahnya.(yans/sdn/sul/adv)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved