Berita Samarinda Terkini

Pekan Depan Kasus Dugaan Korupsi dengan Tersangka Iwan Ratman Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor

Kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Direktur Utama PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM), Iwan Ratman segera dilimpahkan ke Pengadilan.

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Aset unit mobil milik tersangka Iwan Ratman yang disita di rumahnya Jalan Kemang Utara 33 Kav. 2, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, kini berada di Kejati Kaltim. TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Direktur Utama (Dirut) PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM), Iwan Ratman segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Samarinda.

Iwan Ratman yang saat itu menjabat sebagai Dirut Perusda PT MGRM milik Pemkab Kukar, ditetapkan sebagai tersangka setelah menerima dan diberi kepercayaan mengelola participating interest (PI) 10 persen saham di Blok Mahakam. 

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kaltim, Emanuel Ahmad saat dikonfirmasi Rabu (2/6/2021) menerangkan, berkas dugaan tipikor ini sudah siap untuk dilimpahkan ke pengadilan, termasuk saksi-saksi ahli ketika sudah di meja hijau.

"Insya Allah minggu depan kita limpahkan ke pengadilan. Kalau secara berkas itu sudah kita siapkan untuk dilimpahkan," tuturnya.

Baca juga: Kejati Kaltim Lacak Aset Mantan Dirut PT MGRM, Kasus Iwan Ratman Bergulir, Bidik Tanah di Kalbar

Bertanya sedikit bocoran siapa saksi ahli, Emanuel Ahmad secara singkat mengatakan ada beberapa saksi ahli yang berkompeten untuk diajukan pihaknya. 

"Saksi-saksi sudah, ahli juga (salah satunya) dari Kementerian Keuangan. Cuman kita masih menunggu hasil dari (penelusuran tim) aset ini loh, karena sampai sekarang ini yang baru kita sita baru empat mobil, itu jika ditaksir hanya sekitar Rp 1,6 miliar," bebernya. 

Menyinggung aset di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, yang indikasinya aset milik tersangka Iwan Ratman dan sempat mencuat Maret 2021 lalu.

Emanuel Ahmad menegaskan, tidak ada terindikasi milik yang bersangkutan.

"Enggak ada, udah kita cek-cek bukan nama dia (tersangka) dan perusahaan (PT MGRM), nama orang lain. Makanya kita cari dan cek terus, Insyaa Allah minggu depan kita limpahkan," ucapnya.

Baca juga: Sidang Praperadilan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Iwan Ratman Digelar

Diberitakan sebelumnya tersangka Iwan Ratman diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana dari Pertamina Hulu Mahakam (PHM) sejak 2018 sampai dengan 2020 senilai Rp 50 miliar dari total Rp 70 miliar, serta ditetapkan sebagai tersangka dan terjerat Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 UU nomor 31/1999 tentang tindak pidana korupsi yang telah diubah dan ditambah ke UU nomor 20/2001 juncto pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman 20 tahun penjara, pada Februari lalu.

Berita tentang Samarinda

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Rahmad Taufiq

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved