Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Mei 2021, Kenaikan Tarif Angkutan Udara dan Bahan Makanan Dorong Inflasi di Balikpapani

Kota Balikpapan mencatat inflasi sebesar 0,25% (mtm) pada bulan Mei 2021, lebih rendah dibandingkan April 2021 sebesar 0,02% (mtm).

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Sejumlah pesawat terparkir di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Kota Balikpapan mencatat inflasi sebesar 0,25% (mtm) pada bulan Mei 2021, lebih rendah dibandingkan April 2021 sebesar 0,02% (mtm).

Sementara secara tahunan, inflasi IHK Kota Balikpapan tercatat sebesar 0,51% (yoy), atau lebih rendah dibandingkan inflasi nasional (1,68%-yoy) maupun Kalimantan Timur (1,07%-yoy).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Sri Darmadi Sudibyo menjelaskan, inflasi disebabkan oleh kenaikan harga pada kelompok transportasi dengan andil 0,14% (mtm).

"Didorong kenaikan tarif angkutan udara sebagai dampak dari antisipasi masyarakat menjelang penutupan temporer moda transportasi pada tanggal 6 – 17 Mei 2021 dan periode arus balik," ujarnya, Kamis (3/6/2021).

Inflasi juga dialami oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil 0,09% (mtm), yang dipicu kenaikan harga.

Baca juga: Penutupan Temporer Transportasi 6 Sampai 17 Mei 2021, Membuat Balikpapan Mengalami Inflasi Terendah

Pada komoditas ikan-ikanan seperti ikan tongkol, ikan layang, dan ikan trakulu serta komoditas sayur-sayuran seperti kacang panjang, bayam dan wortel.

Selain itu, inflasi juga dialami oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil 0,04% (mtm) yang disebabkan naiknya harga emas perhiasan seiring dengan naiknya harga emas dunia.

"Di sisi lain, terjadi deflasi di kelompok informasi, komunikasi dan jasa lainnya dengan andil -0,03% (mtm), yang dipengaruhi penurunan harga," sebutnya.

Terhadap beberapa komoditas pakaian seperti celana panjang katun wanita, baju kaos berkerah pria, celana panjang jeans anak dan gaun anak seiring dengan menurunnya permintaan.

Ke depan, beberapa faktor yang diperkirakan masih akan memberikan tekanan inflasi, diantaranya ialah menurunnya produksi sayur-sayuran dipengaruhi intensitas curah hujan yang masih cukup tinggi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved