Breaking News:

Sebagai Upaya Proteksi, BPJamsostek Serahkan Sertifikat Kepesertaan Siswa SPN Polda Kaltim

BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek Cabang Balikpapan menyerahkan sertifikat kepesertaan kepada siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Balikpapan, Jumat

Penulis: Bella Evanglista
Editor: Diah Anggraeni
HO
BPJamsostek Cabang Balikpapan saat menyerahkan sertifikat kepesertaan kepada siswa Sekolah Polisi Negara Polda Kaltim, Jumat (28/5/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek Cabang Balikpapan menyerahkan sertifikat kepesertaan kepada siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Balikpapan, Jumat (28/5/2021).

Penyerahan sertifikat sebagai bentuk proteksi terhadap siswa yang dilaksanakan di lapangan SPN itu dihadiri Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Balikpapan Ramadan Sayo, Kepala Sekolah Polisi Negara Polda Kaltim Kombes Pol Danu Kisworo,  Kepala Korp Siswa SPN Polda Kaltim AKBP I Nyoman Buda.

Baca juga: BPJamsostek Cabang Balikpapan Lakukan Kegiatan Promotif dan Preventif, Serahkan Bantuan APD di 3 RS

Adapun jumlah penerima program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) yang berlaku mulai Mei 2021 hingga Mei 2022 tersebut adalah sebanyak 530 siswa,

Keikutsertaan siswa SPN dalam program itu merupakan hasil dari komunikasi aktif BPJamsostek Cabang Balikpapan dengan cara menyosialisasikan program.

Selain itu, juga sebagai upaya dari SPN Polda Kaltim untuk melindungi para siswa dari kecelakaan saat berlatih dan dilatih.

Manfaat dari program JKK itu sendiri adalah adanya pemberian uang tunai dan/atau pelayanan kesehatan saat peserta mengalami kecelakaan kerja atau penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja.

Sementara  JKM berbentuk uang tunai yang diberikan kepada ahli waris ketika peserta meninggal dunia, bukan akibat kecelakaan kerja.

"Cara untuk mendapatkan manfaat ini pun terbilang mudah. Langkah pertama, saat terjadi kecelakaan, pihak bersangkutan dapat segera dialihkan ke RS pusat layanan kecelakaan kerja (PLKK)," kata Ramadan Sayo.

Baca juga: BPJamsostek Siap Fasilitasi Perlindungan Non-ASN Kemenag

Secara bersamaan tenaga kerja tersebut juga harus menghubungi HRD tempat mereka bekerja.

Langkah selanjutnya, BPJamsostek akan menghubungi RS di mana tenaga kerja ditangani untuk konfirmasi tindakan kategori kecelakaan kerja.

"Tetapi apabila tidak terdapat RS PLKK, maka tenaga kerja bisa masuk ke RS non-PLKK, dengan alur proses yang sama, Namun untuk pembayaran menggunakan mekanisme reimburse ke BPJS Ketenagakerjaan," jelas Ramadan.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved