Breaking News:

Virus Corona

Sekolah Wajib Dibuka Kembali, Nadiem Makarim Beri Pilihan ke Orangtua

Meski demikian proses pembelajaran tatap muka (PTM) dilakukan secara terbatas Selain itu ada syarat jika sekolah nantinya kembali dibuka.

Editor: Januar Alamijaya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MUZAMMILUL ABRORI
Ilustrasi SMA Negeri 1 Sungai Ambawang Kaliomantan Barat melakukan pembelajaran secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan di ruang kelas maupun dilungkungan sekolah, Senin (14/9/2020), pemerintah kini mewajibkan sekolah dibuka kembali 

TRIBUNKALTIM.CO - Setelah lebih dari setahun ditutup, Pemerintah memutuskan membuka kembali sekolah-sekolah.

Pembukaan kembali sekolah ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, Dan Menteri Dalam Negeri.

Meski demikian proses pembelajaran tatap muka (PTM) dilakukan secara terbatas

Selain itu ada syarat jika sekolah nantinya kembali dibuka.

Syarat normalnya aktivitas pendidikan ini dimulai setelah para pendidik dan tenaga kependidikan selesai divaksin.

"Setelah pendidik dan tenaga kependidikan di dalam satu sekolah sudah divaksinasi secara lengkap, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, atau kantor Kemenag mewajibkan, ya, ya, mewajibkan satuan pendidikan tersebut menyediakan layanan pembelajaran tatap muka terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem dalam konferensi pers virtual, Selasa (30/3/2021).

Keputusan ini ditetapkan melalui Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, Dan Menteri Dalam Negeri Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Baca juga: Disdik Balikpapan Evaluasi Ujian Sekolah, Listrik Padam Jadi Keluhan Orangtua Siswa

Meski ini kewajiban, sekolah masih boleh menggelar pembelajaran jarak jauh, karena pelaksanaan pembelajaran tatap muka hanya boleh diikuti maksimal 50 persen.

"Jadi mau tidak mau walaupun sudah selesai vaksinasi dan diwajibkan untuk memberikan opsi tatap muka terbatas, tapi masih harus melakukan sistem rotasi. Sehingga harus menyediakan dua opsinya, tatap muka dan juga pembelajaran jarak jauh (PJJ)," ungkap Nadiem.

Sebelumnya, vaksinasi guru dan tenaga pendidik telah dimulai sejak akhir Februari 2021 lalu.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved