Breaking News:

Sinetron Suara Hati Istri

Alasan KPI Hentikan Sementara Sinetron Suara Hati Istri: Zahra, Kata Hanna Kirana soal SHI

Alasan KPI hentikan sementara sinetron Suara Hati Istri: Zahra, kata Hanna Kirana soal SHI.

Editor: Amalia Husnul Arofiati
Instagram hannakiranaa23/kpipusat
Sinetron Suara Hati Istri: Zahra dihentikan sementara - Hanna Kirana. Alasan KPI hentikan sementara sinetron Suara Hati Istri: Zahra, kata Hanna Kirana soal SHI. 

TRIBUNKALTIM.CO - Alasan KPI hentikan sementara sinetron Suara Hati Istri: Zahra, kata Hanna Kirana soal SHI

Komisi Penyiaran Indonesia ( KPI ) memutuskan menghentikan sementara sinetron Suara Hati Istri: Zahra.

Terkait sinetron Suara Hati Istri: Zahra, Hanna Kirana yang baru saja menggantikan Lea Ciarachel memberikan penjelasan soal sinetron yang jadi bahan perbincangan. 

KPI menghentikan sementara sinetron Suara Hati Istri: Zahra lantaran dinilai memiliki muatan yang berpotensi melanggar pedoman perilaku penyiaran dan standar program siaran.

KPI Pusat membagikan informasi tersebut melalui akun Instagram resminya.

Dilansir TribunKaltim.co dari kompas.com, KPI meminta ada eveluasi menyeluruh terhadap sinetron Suara Hati Istri: Zahra.  

Baca juga: Suara Hati Istri: Zahra Disetop Sementara oleh KPI, Nasib Lea Ciarachel Pasca Diganti Hanna Kirana

"Pasca pemanggilan KPI, Sinetron Zahra dihentikan sementara. KPI meminta adanya evaluasi secara menyeluruh terhadap mega series Suara Hati Istri: Zahra yang dinilai memiliki muatan yang berpotensi melanggar pedoman perilaku penyiaran dan standar program siaran (P3 & SPS) KPI 2012," tulis akun @kpipusat, dikutip Sabtu (5/6/2021).

Lebih jauh, KPI meminta agar pihak stasiun televisi maupun rumah produksi mengevaluasi tayangan sinetron tersebut.

"Evaluasi tersebut di antaranya mencakup jalan cerita dan kesesuaiannya dengan klasifikasi program siaran yang telah ditentukan (R) serta penggunaan artis yang masih berusia 15 tahun untuk berperan sebagai istri ketiga," lanjutnya.

Sebelumnya, sinetron Suara Hati Istri: Zahra yang ditayangkan di Indosiar menuai kontroversi.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved