Sabtu, 13 Juni 2026

Berita Internasional Terkini

Google, Amazon dan Apple Bakal Kena Pajak dari Negara-negara yang Tergabung dalam G7

Negara-negara G7 mencapai kesepakatan penting pada Sabtu untuk mengejar perpajakan global yang lebih tinggi pada bisnis multinasional

Tayang:
Editor: Budi Susilo
UC Today
Ilustrasi Google Meet 

TRIBUNKALTIM.CO, LONDON -  Negara-negara G7 mencapai kesepakatan penting pada Sabtu untuk mengejar perpajakan global yang lebih tinggi pada bisnis multinasional seperti Google, Apple, dan Amazon.

Negara-negara kaya ini menyetujui dukungan tarif pajak perusahaan global minimal 15 persen dan pajak yang lebih besar di negara tempat mereka menjual barang dan jasa.

"Para menteri keuangan G7 telah mencapai kesepakatan bersejarah untuk mereformasi sistem pajak global agar sesuai dengan era digital global," kata menteri keuangan Inggris Rishi Sunak setelah memimpin pertemuan dua hari di London.

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen mengatakan, komitmen yang signifikan dan belum pernah terjadi sebelumnya ini akan mengakhiri perlombaan penurunan pajak secara global.

Baca Juga: Deretan Fakta Noken Papua, Filosofis Sampai Multifungsinya, Hari Ini Terpajang di Google Doodle

Kesepakatan yang direncanakan selama bertahun-tahun ini juga diharapkan untuk mengakhiri pajak layanan digital nasional yang dipungut oleh Inggris dan negara-negara Eropa lainnya yang menurut Amerika Serikat ditargetkan secara tidak adil kepada raksasa teknologi AS.

Namun, langkah-langkah tersebut pertama-tama perlu menemukan kesepakatan yang lebih luas pada pertemuan G20 yang akan berlangsung bulan depan di Venesia.

“Ini rumit dan ini adalah langkah awal,” kata Sunak.

Para menteri G7 yang terdiri dari Inggris, AS, Jerman, Kanada, Jepang, Prancis, dan Italia ini juga setuju.

Baca Juga: Kisah Siswa SDN 003 Tenggarong Belajar Kecambah Kala Pandemi Covid-19, Dituntun Google Classroom

Mereka setuju untuk mendorong perusahaan-perusahaan menyatakan dampak lingkungan mereka dengan cara yang lebih terstandar.

Sehingga investor dapat memutuskan dengan lebih mudah apakah akan berinvestasi di perusahaan tersebut.

Ini terutama menjadi usulan Inggris.

Negara-negara kaya telah berjuang selama bertahun-tahun untuk menyepakati cara untuk meningkatkan lebih banyak pendapatan dari perusahaan multinasional besar seperti Google, Amazon, dan Facebook.

Perusahaan-perusahaan ini sering membukukan keuntungan di yurisdiksi di mana mereka membayar pajak sedikit atau tidak membayar sama sekali.

Baca Juga: Seniman Betawi Benyamin Sueb Terpampang di Google Doodle, Begini Alasannya

Pemerintahan Presiden AS, Joe Biden memberikan dorongan baru pada pembicaraan yang terhenti dengan mengusulkan tarif pajak perusahaan global minimum 15 persen, di atas tingkat di negara-negara seperti Irlandia tetapi di bawah tingkat terendah di G7.

Jerman dan Prancis juga menyambut baik kesepakatan tersebut, meskipun Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengatakan dia akan memperjuangkan tarif pajak perusahaan minimum global yang lebih tinggi dari 15%, yang dia gambarkan sebagai titik awal.

Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz mengatakan, kesepakatan ini adalah berita buruk bagi surga pajak di seluruh dunia.

"Perusahaan tidak akan lagi dalam posisi untuk menghindari kewajiban pajak mereka dengan membukukan keuntungan mereka di negara-negara dengan pajak terendah," tambah Scholz.

Menteri keuangan Irlandia Paschal Donohoe mengatakan setiap kesepakatan global juga perlu mempertimbangkan negara-negara yang lebih kecil.

Sunak mengatakan, kesepakatan itu adalah hadiah besar bagi pembayar pajak.

Tetapi masih terlalu dini untuk mengetahui berapa banyak uang yang akan dikumpulkan untuk Inggris.

Perjanjian tersebut tidak menjelaskan secara pasti bisnis mana yang akan dicakup oleh aturan, hanya mengacu pada perusahaan multinasional terbesar dan paling menguntungkan.

Negara-negara Eropa khawatir bahwa bisnis seperti Amazon bisa lolos karena melaporkan margin keuntungan yang lebih rendah daripada kebanyakan perusahaan teknologi terkenal lainnya.

Tidak Lagi Gratiskan Fitur Editing

Mulai Selasa 1 Juni 2021 Google Foto tidak lagi gratiskan Fitur Editing, Ini Penjelasan lengkapnya

Pada setiap Akun Google dibekali penyimpanan gratis hingga 15 GB.

Pengguna dapat memilih untuk mencadangkan semua Foto dan video dalam kualitas tinggi atau kualitas asli secara otomatis.

Pengguna dapat mengakses Foto dan video dari semua perangkat yang terhubung dengan photos.google.com.

Dikutip dari support.google.com, setelah 1 Juni 2021 mendatang Google Foto akan memberikan perubahan dan item tambahan, sebagai berikut:

Baca juga: Tips Aplikasi WhatsApp, Begini Cara Membuat Dua Akun WhatsApp dalam Satu HP

Baca juga: Tips Aplikasi WhatsApp, Cara Mudah Kirim Pesan Meski Nomormu Sudah Diblokir

- Google Foto dan video dengan kualitas tinggi akan dicadangkan secara otomatis.

- Google tidak lagi menggratiskan fitur editing atau pembuatan konten, karena fitur tersebut mungkin akan mengurangi sisa kuota pengguna.

Berikut fitur-fitur yang disediakan oleh Google Foto:

- Kosongkan ruang penyimpanan otomatis

- Album Foto otomatis

- Kolase, animasi, dan panorama otomatis dari Foto 

- Penelusuran Foto otomatis berdasarkan orang, tempat, dan objek di dalamnya, tanpa perlu memberi tag.

- Album live

- Photobook

- Google Lens, yang dapat menelusuri objek dari Foto

- Bagikan Foto dengan kontak, email, atau nomor telepon mana pun dengan cepat

- Galeri Foto bersama, yang berikan akses ke seluruh Foto Anda kepada orang tepercaya.

Google Foto ini dapat diakses oleh semua perangkat mulai dari Android, Komputer hingga Apple.

Bagi para pengguna iPhone tidak perlu lagi kesusahan memindah Foto dan video dari iCloud ke Google Foto.

Untuk memindah atau mentransfer data Foto dan video dari iCloud ke Google Foto, ikuti langkah berikut ini:

- Login dengan Apple ID Anda di privacy.apple.com.

- Pilih Minta untuk mentransfer salinan data.

- Untuk memulai transfer, login dengan Akun Google Anda.

- Ikuti petunjuk di layar untuk menyelesaikan permintaan.

Proses transfer dari iCloud ke Google Foto memerlukan waktu 3–7 hari.

Jika Anda membatalkan permintaan transfer sebelum transfer selesai, item yang telah disalin tetap tersimpan di Google Foto.

Sementara untuk melindungi perangkat dari konten sensitif, pengguna bisa menyimpan Foto dan video sensitif ke folder yang dilindungi dengan kunci layar perangkat Anda di aplikasi Google Foto.

Item di Folder Terkunci tidak akan muncul di petak, kenangan, penelusuran, atau album Foto, serta tidak akan tersedia untuk aplikasi lain di perangkat yang memiliki akses ke Foto dan video. 

Fitur ini hanya tersedia di perangkat Pixel 3 dan versi yang lebih baru.

Ikuti langkah berikut untuk menyembunyikan Foto dan video sensitif dari Google Foto:

- Buka aplikasi Google Foto

- Buka Galeri Foto - Utilitas - Folder Terkunci   .

- Klik 'Siapkan Folder Terkunci".

- Ikuti petunjuk di layar untuk membuka kunci perangkat.

- Jika folder kosong, terdapat pesan “Belum ada apa-apa di sini” Jika belum menyiapkan kunci layar untuk Pixel, pengguna perlu menyiapkannya agar dapat menggunakan Folder Terkunci.

Buka aplikasi Google Foto untuk menggunakan dan mengelola Foto dan video menggunakan fitur-fitur menarik lainnya.

Sumber: Reuters | Editor: Wahyu T.Rahmawati

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Google Foto Tidak Lagi Gratiskan Fitur Editing Mulai Besok 1 Juni 2021, Berikut Penjelasannya,

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Negara-negara G7 Kompak Akan Pajaki Google, Apple dan Amazon 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved