Liga 2

Update Liga 2, 8 Alasan Bos Persiba Balikpapan Tolak Usulan PT LIB, Dianggap Sebagai Anak Tiri

Update Liga 2, 8 alasan Bos Persiba Balikpapan tolak usulan PT LIB, dianggap sebagai anak tiri

Editor: Rafan Arif Dwinanto
HO
Tim sepakbola Persiba Balikpapan melakukan latihan terpusat di Jakarta jelang Liga 2. // HO 

TRIBUNKALTIM.CO - Polri sudah memberikan lampu hijau digelarnya kompetisi Liga Indonesia, baik Liga 1 maupun Liga 2.

Meski demikian, usulan PT Liga Indonesia Baru atau PT LIB agar Liga 2 digelar dengan sistem pembagian 4 wilayah menuai polemik.

Penolakan datang dari klub Persiba Balikpapan.

Gede Widiade, bos klub berjuluk Beruang Madu pun menyampaikan alasan keberatannya jika Liga 2 digelar dengan format 4 wilayah.

Presiden Persiba Balikpapan, Gede Widiade, menolak usulan PT Liga Indonesia Baru ( LIB) yang ingin menggulirkan Liga 2 2021 dengan sistem empat wilayah.

Menurut Gede Widiade, itu akan merugikan klub-klub Liga 2 yang sudah mempersiapkan tim sejak lama.

Baca juga: Update Liga 2, Usai Duo Persija, Kaesang Kini Buru 2 Legenda Persib untuk Persis Solo, Idola Bobotoh

Penolakan itu disampaikan Gede Widiade lewat rilis yang diterima BolaSport.com, Sabtu (5/6/2021).

Ada delapan poin sikap yang disampaikan Gede Widiade setelah PT LIB menggelar virtual meeting dengan peserta Liga 2 pada Kamis (3/6/2021).

Kata Gede Widiade, beberapa poin ini merupakan rangkuman yang dituliskan manajemen Persiba Balikpapan.

Diantaranya itu adalah durasi kompetisi, pengajuan izin Liga 2 oleh PT LIB pada Juli sampai Desember 2021, dan terakhir tentang timeline serta drawing yang akan disampaikan PT LIB.

Poin pertama tertulis, Persiba Balikpapan sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Kapolri yang telah mengeluarkan izin kompetisi sepak bola pada 1 Juni 2021.

Untuk poin kedua, Persiba Balikpapan tidak setuju dengan sistem bubble yang terbagi ke dalam empat grup.

"Persiba Balikpapan menolak konsep kompetisi dengan sistem empat wilayah dengan konsekuensi delapan tim akan terdegradasi dalam waktu singkat."

"Ini tidak sepadan dengan masa persiapan tim dan pendanaan yang dikeluarkan klub untuk berkompetisi di Liga 2," tulis Gede Widiade.

Lanjut ke poin ketiga, Persiba Balikpapan mengajukan pelaksanaan kompetisi Liga 2 dengan sistem kompetisi penuh dengan mempertimbangkan prinsip fair play.

Baca juga: Lengkap, Jadwal Piala Walikota Solo & Daftar Klub Peserta, Arema FC Bisa Bentrok vs Persib & Persis

Jika tidak memungkinkan, maka kompetisi bisa digelar dalam dua grup.

"Di masa pandemi ini, kami melihat bahwa semua klub (Liga 1, Liga 2, dan Liga 3) mengalami krisis finansial."

"Jadi sungguh tidak seimbang bila Liga 1 digelar dengan sistem kompetisi penuh, sementara Liga 2 memakai sistem bubble. Ada kesan bahwa klub peserta Liga 2 adalah anak tiri atau mungkin anak tetangga yang tidak perlu diperhatian dan kasih sayang penuh selayaknya anak kandung," tulis poin nomor empat.

Pada poin kelima, Persiba Balikpapan sangat setuju pelaksanaan Liga 2 dengan protokol kesehatan yang ketat dan aman.

Poin keenam, menurut Gede Widiade, jika dikritisi durasi Liga 2 digelar mulai Juli-Desember 2021 karena memang PT LIB mengajukan izinnya seperti itu.

"Konsekuensinya adalah pemain-pemain Liga 2 yang telah selesai berkompetisi akan menganggur sekitar tiga sampai empat bulan karena menunggu selesainya Liga 1 sebelum masuk lagi ke kompetisi Liga 2 musim berikutnya."

"Itu pun jika mereka finish di partai final atau semifinal. Tapi yang tidak sampai di babak empat besar, tentu masa menganggurnya akan lebih panjang dan akan semakin menurun kualitas para pemain," jelas poin keenam itu.

Pada poin ketujuh, Persiba Balikpapan menginginkan drawing digelar secara terbuka, bukan virtual dan dihadapan notaris serta saksi yang sah.

Poin kedelapan, Persiba Balikpapan ingi gagasan Liga 2 memiliki perusahaan pengelola tersendiri biar direalisasikan.

"Ini seperti halnya PT LIB di Liga 1. Mayoritas sahamnya akan dimiliki oleh semua klub peserta Liga 2," tutup poin delapan.

Latihan di Jakarta

Klub sepakbola Persiba Balikpapan akan unjuk gigi di Liga 2 nanti. Menyiapkan kerangka tim, Persiba menggelar pemusatan latihan di Jakarta mulai Rabu (2/6/2021) besok.

“Dijadwalkan tim tiba di Jakarta tanggal 1 Juni, setelah itu pelatih minta langsung latihan," kata Sekretaris Persiba, Rahmad Sumanjaya.

Pemilihan Kota Jakarta sebagai lokasi latihan, menurut Rahmad, lantaran aksesnya lebih mudah serta lebih cepat dan mudah mencari lawan tanding.

”Kalau di Balikpapan pasti sulit karena Borneo FC sudah berada di Jogjakarta. Jadi di sini nanti pelatih minta tiga sampai empat kali uji coba," tuturnya.

Sementara, dia menambahkan hal pertama yang dilakukan pada latihan perdana yakni mengevaluasi kondisi masing-masing pemain.

Baca juga: Update Liga 2, Rizky Billar Tak Bisa Ubah Nama PSMS Medan Seperti Raffi Ahmad Buat RANS Cilegon FC

Apalagi sudah cukup lama anak asuhnya hanya menjalani program latihan mandiri.

Penggawa Persiba Balikpapan saat jalani latihan di Jakarta (HO/PERSIBA BALIKPAPAN)
”Harus mulai latihan keras. Rencana 1 Juni sudah latihan perdana. Karena tak banyak waktu untuk melakukan persiapan," ucapnya.

Bahkan menurutnya, tak menutup kemungkinan tidak lebih dari dua bulan sebelum kick off.

"Kita berusaha agar waktu tersebut cukup untuk memantapkan kesiapan tim,” pungkasnya.

Berita tentang Persiba Balikpapan

(*)

Sebagian artikel ini bersumber dari https://www.bolasport.com/read/312727151/tolak-regulasi-liga-2-4-wilayah-persiba-kami-seperti-anak-tiri?page=all

Sumber: BolaSport.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved