Breaking News:

News Video

NEWS VIDEO Datangi Dermaga Harapan Baru, Walikota Samarinda Sebut Tarif Kapal Tambat Di sana Murah

Walikota Samarinda Andi Harun menerangkan bahwa di Dermaga Harapan Baru tersebut, pihaknya mendapatkan informasi adanya potensi aset

Editor: Faizal Amir

TRIBUN KALTIM.CO- Walikota Samarinda Andi Harun, didampingi para rombongan datangi Dermaga Harapan Baru, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Rabu (9/6/2021).

Walikota Samarinda Andi Harun menerangkan bahwa di Dermaga Harapan Baru tersebut, pihaknya mendapatkan informasi adanya potensi aset yang bisa lebih maksimal, apabila jika dikembangkan.

AH sapaan karibnya Walikota Samarinda, sebelumnya pihaknya juga mendapat informasi bahwa Pelabuhan tersebut sering menjadi penambatan kapal, baik itu kapal tugboat maupun kapal ponton yang berisi batu bara.

Baca juga: NEWS VIDEO Orang Dalam Beri Bocoran Jadwal Pengumuman Hasil Seleksi Kartu Prakerja Gelombang 17

"Dan benar waktu tadi saya kelapangan ada kebetulan satu Tugboat yang nambat dan ada juga ponton nambat yang penuh dengan batu bara berasal dari salah satu perusahaan," ungkapnya AH.

Sambungnya, berdasarkan laporan didapatkan sewaktu meninjau Dermaga Harapan Baru, bahwa setiap kali kapal yang singgah di sana, perharinya pembayaran apabila Kapal Ponton Rp. 100 ribu, kapal Tugboat Rp. 75 ribu, dan kapal kayu Rp. 35 ribu.

Diakui AH bahwa tarif tersebut sangatlah murah dibandingkan dengan pelabuhan dimanapun terutama di swasta, yang hitunganya per Metrik ton terhadap angkutan batu bara.

"Di Pelabuhan manapun, siapapun yang punya pelabuhan mau di Samarinda, Kukar, pasti hitungannya per Metrik ton," tegasnya.

AH mengakui bahwa telah menyusun fomulasi dari hasil temuan tersebut, dan sudah memerintahkan Inspektorat, BPKAD, Bappenda, untuk membuat formulasi baru.

Mengapa sampai segitu tarif harganya di Pelabuhan Dermaga Harapan Baru, AH mengakui berdasarkan laporan yang didapatnya bahwa lantaran karena adanya Perwali yang mengatur tarifnya.

"Tapi saya benar atau tidaknya, maka akan kami koreksi Perwalinya kalau informasi itu benar, untuk apa kita menyesuaikan inikan untuk kepentingan orang banyak, kalau tarif nya terlalu murah, biaya peralatan aja engga cukup," tegasnya.

Tambahnya, hal tersebut tentunya secara ekonomis ini menarik untuk dinvestasi, lantas soal apakah melalui APBD Samarinda atau ada pihakk swasta, merupakan urusan belakangan.

"Namun sekarang dikaji dahulu dari sisi pemanfataan secara ekonomisnya," pungkasnya.(*)

Berita Regional

Berita Video

Editor: TribunKaltim.co/Fz
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved