Breaking News:

News Video

NEWS VIDEO Kondisi Air Mahakam Sedang Bangar, Petani Tambak Ikan Keluhkan Banyak Ikan yang Mati

Dampak dari kondisi air bangar tersebut, banyak ikan-ikan di sungai menjadi mabuk hingga alami kematian

Editor: Faizal Amir

TRIBUNKALTIM.CO- Kondisi air sungai di sepanjang sungai mahakam saat ini tengah daam kondisi bangar.

Dimana, sungai mahakam mengalami penurunan Ph air, peningkatan warna coklat kehitaman serta agak berbau yang biasa disebut air bangar.

Dampak dari kondisi air bangar tersebut, banyak ikan-ikan di sungai menjadi mabuk hingga alami kematian.

Bahkan, beberapa hari belakangan ini selama kondisi air bangar, banyak warga yang melakukan penangkapan ikan di sepanjang sungai mahakam di turab Tenggarong.

Namun yang lebih parah lagi, kondisi bangar tersebut cukup memprihatinkan bagi para petani penambak ikan yang mana para petani tambak ikan mengeluhkan banyaknya ikan mereka di keramba yang mati.

Baca juga: NEWS VIDEO Video Viral, Orangutan Masuk ke Permukiman Warga di kalimantan Timur

Salah satunya, petani tambak ikan di Loa Kulu,  Kasnuri (46) yang mengungkapkan, bahwa di kerambanya juga banyak ikan yang mati selama tiga hari belakangan saat kondisi air bangar tersebut.

“Kalau kondisinya sudah semingguan, tapi baru tiga hari ini yang parah banyak ikan yang mati,” ujarnya. Rabu, (9/6/2021).

Lanjut Kasnuri, dirinya memiliki sebanyak 60 blok keramba dan selama tiga hari ini dirinya sudah mengalami kerugian sekitar 400 kilogram ikan yang mati akibat kondisi air bangar belakangan ini dengan nominal sekitar puluhan juta rupiah.

“Jenis ikan yang mati ini ada dia, Nila dan Mas, tapi paling banyak Nila yang mati,” terangnya.

Ia menjelaskan, dari sekian banyak ikan yang mati tersebut, masih ada sebagian yang masih layak jual. Namun, jika ikan yang matinya sudah mengapung dan membusuk sudah tidak bisa dipakai lagi, sehingga harus dibuang.

“Yang masih bagus kita jual dengan harga miring. Kalau normal di partai biasanya Rp 30 ribu, tapi ini kita jual Rp 20 ribuan aja,” jelasnya.

Kasnuri menambahkan, semenjak dirinya mendirikan usaha tambak ikan sejak tahun 2009 lalu, baru kali ini dirinya mengalami air bangar dan banyak ikannya yang mati.

“Kalau normal airnya gak terlalu keruh dan warnanya juga gak merah seperti sekarang. Kalau sekarang kan warnanya agak kemerahan,” pungkasnya.(*)

Berita Nasional

Berita Video

Editor: TribunKaltim.co/Fz
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved